IMPLEMENTASI TEORI KEDAULATAN RAKYAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA DI LEMBAGA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IMPLEMENTASI TEORI KEDAULATAN RAKYAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA DI LEMBAGA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT


Pengarang

Ahmad Irawan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1103101010214

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2016

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
AHMAD IRAWAN
2015 IMPLEMENTASI TEORI KEDAULATAN RAKYAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA DI LEMBAGA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
(v,56)pp,bibl
Fakultas Hukum Unsyiah

(Zainal Abidin,S.H.,M.Si)

Implementasi Kadaulatan Rakyat yang menjadiacuan tertinggi dalam merumuskan kebijakan-kebijakan Dewan Perwakilan Rakyatdi Republik Indonesia mengacu pada amanat pembukan UUD 1945 alinea keempat dan Pasal 1 ayat (2) kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar, yang lahir didasarkan pada Pancasila sebagai ideologi bangsa. Mengenai pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah mempertanyakan landasan konstitusi pembentukan fraksi Partai politik di lembaga Dewan Perwakilan Rakyat dan bagaimana pelaksanaan konsep Kedaulatan Rakyat tersebut dijalankan dengan adanya fraksi partai politik. Adapun skripsi ini membahas apakah kebijakan dewan perwakilan rakyat dalam melaksanakan kedaulatan rakyat telah sesuai dengan konstitusi UUD 1945 Republik Indonesia dan apakah peran fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat telah sesuai dengan kehendak rakyat seperti termaktub dalam Kontitusi Republik Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah landasan konstitusi pembentukan fraksi partai politik di Dewan Perwakilan Rakyattelah sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia dan mengetahui bagaimana pelaksanaan konsep Kedaulatan Rakyat di Parlemen dengan adanya fraksi tersebut.
Penelitian bersifat Deskriptif dan apabila dilihat tujuannya termasuk dalam penelitian yuridis normatif, yaitu Sumber data sekunderterdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier, berdasarkan buku-buku, makalah penelitian, jurnal, karya ilmiah, serta tulisan-tulisan para ahli dibidang hukum nasional yang didapat dari studi kepustakaan. Sumber data dari Bahan hukum tersier atau bahan hukum penunjang diperoleh dari kamus umum, kamus hukum, jurnal, serta bahan-bahan primer,sekunder, tersier (penunjang) di luar bidang hukum.
Hasil penelitiandiketahui bahwa secara konstitusional tidak ada landasan konstitusi mengenai fraksi, bahkan fraksi bertentangan jelas dengan prinsip kedaulatan rakyat dalam konstitusi Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini dibuktikan dengan mengkaji beberapa pendapat ahli hukum dan putusanMahkamah Konstitusi Nomor. 22-24/PUU-VI/2008bahwa peran partai politik dalam proses rekrutmen telah selesai ketika rakyat mulai memilih perwakilanya di legislatif.Adapunkekuasaan pemerintahan yang diamanahkan pada public actor hendaknya melahirkan kebijakan yang penuh pertimbangan secara konstitusional agar kebijakan tersebut mengandung manfaat yang besar bagi rakyat.
Dewan Perwakilan Rakyat sebagai lembaga implementasi kedaulatan rakyat seharusnya menjalankan perannya sesuai dengan amanat konstitusi dan pancasila serta Kekuasaan pemerintahan yang diamanahkan dengan tindakan yang dimaksud harus bersifat strategis bermanfaat bagi negara serta sesuai dengan kehendak rakyak yang berdasarkan konstitusi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK