Pendugaan Tingkat Kematangan Buah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Berdasarkan Pengolahan Citra Menggunakan Metode Logika Fuzzy | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

Pendugaan Tingkat Kematangan Buah Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Berdasarkan Pengolahan Citra Menggunakan Metode Logika Fuzzy


Pengarang

Ransi Rohendar - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0705106010073

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN

Sortasi kematangan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dilakukan berdasarkan sifat fisik berupa berat, ukuran dan warna buah. Penentuan berdasarkan warna dilakukan secara visual oleh operator sehingga bersifat subjektif. Cara ini juga membutuhkan waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode pendugaan kematangan buah kelapa sawit berdasarkan pengolahan citra menggunakan logika fuzzy sebagai alternatif terhadap cara visual oleh operator. Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan asam lemak bebas (ALB) buah kelapa sawit secara non-destruktif.
Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kamera digital, seperangkat personal komputer, lampu, dan seperangkat alat pengujian ALB secara titrasi. Enam puluh buah kelapa sawit dengan kategori kematangan muda, matang, dan masak diambil gambarnya. Lima belas buah gambar diambil sebagai sampel acuan dalam pembuatan program, dan 45 gambar lainnya digunakan untuk pengujian program. Penyusunan program fuzzy dilakukan di dalam program Matlab. Fuzzy inferensi system (FIS) disusun dengan 3 bagian input yakni tingkat warna R (red), G (green), B (blue), dan 1 bagian output berupa nilai ALB. Ekstraksi warna RGB dilakukan pada 20 titik per gambar. Lima kali ulangan dilakukan per gambar sehingga nilai rata-rata RGB diperoleh dari 100 titik.
Berdasarkan analisa data ALB secara titrasi, range output yang diperoleh adalah ALB ? 2,115 untuk kategori muda, 2,116 ? ALB ? 2,779 untuk kategori matang, dan ALB ? 2,780 untuk kategori masak. Persentase korelasi ALB titrasi dengan nilai warna red, green, dan blue adalah 89,1 %, 73,5 %, dan 13,6 %. Fungsi keanggotaan diplotkan dalam bentuk grafik trapmf dengan bentuk kurva berbentuk trapesium. Aturan (rule) pada penelitian ini terdiri atas 27 buah rule, yakni 9 buah rule untuk masing-masing kriteria muda, matang, dan masak. Pengujian program terhadap 15 gambar pada setiap kategori kematangan menunjukkan bahwa tingkat keakurasian program adalah 86,6 % untuk kategori muda, dan masak. Sedangkan pengujian untuk kategori matang menghasilkan tingkat keakurasian sebesar 100 %. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa nilai ALB non-destruktif dapat ditentukan dengan menggunakan program ini dengan tingkat keakurasian sebesar 88,9%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK