Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN PEMBENTUKAN SELF-COMPASSION PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN BANDA ACEH
Pengarang
Nurul Akla - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Evi Rahmiyati - 198905102020122005 - Dosen Pembimbing I
Dara Rosita - 198408282024212021 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2206104030076
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
305.235
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Self-compassion merupakan kemampuan individu dalam memberikan kebaikan dan penerimaan terhadap diri sendiri ketika menghadapi berbagai kesulitan atau permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self-compassion pada remaja yang tinggal di panti asuhan wilayah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 85 remaja yang berasal dari Panti Asuhan Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe, Muhammadiyah Children Center (LKSA), dan Islam Media Kasih. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala self-compassion berdasarkan teori Neff yang terdiri dari enam aspek, yaitu self-kindness, self-judgment, common humanity, isolation, mindfulness, dan over-identification. Data penelitian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-compassion pada remaja panti asuhan wilayah Banda Aceh berada pada kategori sedang dengan jumlah 47 remaja (55,3%), kategori tinggi sebanyak 26 remaja (30,6%), dan kategori rendah sebanyak 12 remaja (14,1%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja yang tinggal di panti asuhan wilayah Banda Aceh memiliki tingkat self-compassion dalam kategori sedang. Kategori sedang menunjukkan bahwa sebagian besar remaja telah memiliki kemampuan dalam menerapkan self-compassion, yang terlihat dari adanya kemampuan untuk menerima kondisi diri, memberikan sikap yang lebih baik terhadap diri sendiri ketika mengalami kesulitan, memahami bahwa permasalahan dan kegagalan merupakan bagian dari pengalaman manusia, serta mulai mampu menghadapi dan mengelola emosi negatif secara lebih seimbang. Namun, kemampuan tersebut masih berada pada tahap perkembangan, sehingga dalam kondisi tertentu remaja masih dapat mengalami kesulitan untuk sepenuhnya menerima diri, masih muncul kecenderungan melakukan kritik terhadap diri sendiri, merasa menghadapi permasalahan secara sendiri, atau terlalu larut dalam pengalaman negatif yang dialami.
Kata kunci: Self-compassion, Remaja, Panti Asuhan
Self-compassion refers to an individual's ability to provide kindness, understanding, and acceptance toward oneself when facing various difficulties or problems. This study aims to determine the level of self-compassion among adolescents living in orphanages in Banda Aceh. This research employed a quantitative approach using a descriptive method. The research participants consisted of 85 adolescents from Rumoh Sejahtera Aneuk Nanggroe Orphanage, Muhammadiyah Children Center (LKSA), and Islam Media Kasih Orphanage. Data collection was conducted using a self-compassion scale based on Neff’s theory, which consists of six aspects: self-kindness, self-judgment, common humanity, isolation, mindfulness, and over-identification. The data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results showed that the level of self-compassion among adolescents living in orphanages in Banda Aceh was in the moderate category, with 47 adolescents (55.3%), followed by the high category with 26 adolescents (30.6%), and the low category with 12 adolescents (14.1%). Based on the findings, it can be concluded that the majority of adolescents living in orphanages in Banda Aceh have a moderate level of self-compassion. The moderate category indicates that most adolescents have demonstrated the ability to apply self-compassion, as reflected in their ability to accept themselves, treat themselves more positively when experiencing difficulties, understand that problems and failures are part of human experiences, and begin to manage negative emotions in a more balanced manner. However, this ability is still in a developmental stage; therefore, under certain conditions, adolescents may still experience difficulties in fully accepting themselves, show tendencies to criticize themselves, feel that they face problems alone, or become overly absorbed in negative experiences. Keywords: Self-compassion, Adolescents, Orphanage
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN SELF-ESTEEM REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHANRN( SUATU PENELITIAN DI PANTI ASUHAN KOTA BANDA ACEH) (SASA MAULIDA, 2015)
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN KOTA BANDA ACEH (Cut Elfira, 2013)
TINGKAT KESEPIAN REMAJA PANTI ASUHAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (Juraisa Rahma Fitri, 2026)
HUBUNGAN FORGIVENESS DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN KOTA BANDA ACEH. (NISA RAHMANA, 2025)
GAMBARAN PERKEMBANGAN SOSIAL REMAJA DI PANTI ASUHAN BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR (BTRG) KECAMATAN ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH TAHUN 2011 (Yusnidar, 2022)