PERAN LSM SOLIDARITAS PEREMPUAN BUNGONG JEUMPA DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI GAMPONG MEUNASAH MON CUT KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN LSM SOLIDARITAS PEREMPUAN BUNGONG JEUMPA DALAM MENINGKATKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI GAMPONG MEUNASAH MON CUT KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

NISA ULKHAIRAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Ridayani - 198412012017032101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2206101010024

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

305.42

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran LSM Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui berbagai program yang dijalankan di Gampong Meunasah Mon Cut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pemberdayaan yang telah dilaksanakan, mendeskripsikan peran LSM Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan, serta mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat keberhasilan pelaksanaan program.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas 4 orang pengurus LSM Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa, 6 orang masyarakat Gampong Meunasah Mon Cut. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) LSM Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa melakukan lima program pemberdayaan perempuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat; (2) LSM berperan sebagai fasilitator, edukator, dan advokator dalam meningkatkan partisipasi, kapasitas, serta kemandirian perempuan; dan (3) pelaksanaan program didukung oleh partisipasi perempuan, dukungan dari aparatur gampong, serta sumber daya program, tetapi masih menghadapi kendala seperti beban ganda yang dihadapi perempuan, serta belum optimalnya keberlanjutan hasil pelatihan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa LSM Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa berperan penting dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di Gampong Meunasah Mon Cut dengan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan perempuan. Program-program tersebut mampu meningkatkan partisipasi,kapasitas dan kemandirian perempuan, meskipun dalam pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung dan penghambat. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar LSM Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa memperluas sasaran program kepada perempuan usia produktif serta memperkuat pendampingan guna meningkatkan kemandirian perempuan. Penelitian selanjutnya diharapkan mengkaji keberlanjutan dampak program, efektivitasnya dalam jangka panjang, serta pengaruhnya terhadap relasi gender dengan menggunakan pendekatan kuantitatif atau studi komparatif pada LSM di wilayah yang berbeda.
Kata kunci: Pemberdayaan perempuan, LSM Solidaritas Perempuan Bungong Jeumpa,
Gampong Meunasah Mon Cut, Aceh Besar

This research is motivated by the role of the Bungong Jeumpa Women's Solidarity NGO in increasing women's empowerment through various programs implemented in Gampong Meunasah Mon Cut. This research aims to describe the empowerment programs that have been implemented, describe the role of the Bungong Jeumpa Women's Solidarity NGO in increasing women's empowerment, and describe the factors that support and hinder the success of the program implementation. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through interviews and documentation. Research informants consisted of 4 administrators of the Bungong Jeumpa Women's Solidarity NGO, 6 residents of Gampong Meunasah Mon Cut. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that: (1) the Bungong Jeumpa Women's Solidarity NGO carries out five women's empowerment programs tailored to the needs of the community; (2) the NGO plays a role as a facilitator, educator, and advocate in increasing women's participation, capacity, and independence; and (3) the implementation of the program is supported by women's participation, support from village officials, and program resources, but still faces obstacles such as the double burden faced by women, and the less than optimal sustainability of training results. The conclusion of this study shows that the Bungong Jeumpa Women's Solidarity NGO plays an important role in increasing women's empowerment in Meunasah Mon Cut Village by implementing programs that are appropriate to women's needs. These programs are able to increase women's participation, capacity, and independence, although their implementation is still influenced by various supporting and inhibiting factors. Based on the results of the study, it is recommended that the Bungong Jeumpa Women's Solidarity NGO expand the program's targets to women of productive age and strengthen mentoring to increase women's independence. Further research is expected to examine the sustainability of the program's impact, its long-term effectiveness, and its influence on gender relations using a quantitative approach or comparative studies on NGOs in different regions. Keywords: NGO, Women Empowerment, Community Programs, Participation, Village Community.

Citation



    SERVICES DESK