PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH DIGITAL DENGAN GAYA ARSITEKTUR HYBRID DI KOTA MEDAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERANCANGAN MUSEUM SEJARAH DIGITAL DENGAN GAYA ARSITEKTUR HYBRID DI KOTA MEDAN


Pengarang
Dosen Pembimbing

Cut Dewi - 197807152002122002 - Dosen Pembimbing I
Teuku Ivan - 196801051999031001 - Dosen Pembimbing II
Nizarli - 196411271991021001 - Penguji
Zulhadi Sahputra - 198608122015041004 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2204104010051

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Arsitektur (S1) / PDDIKTI : 23201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Arsitektur., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

727.6

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Usulan ini merancang Museum Sejarah Digital di Kota Medan dengan menggabungkan teknologi interaktif dan pendekatan arsitektur hibrida untuk melestarikan warisan budaya kota sebagai respon terhadap tantangan modernisasi. Perancangan ini dimulai dengan urgensi terhadap potensi masalah pelestarian budaya, konsep museum digital, dan arsitektur hibrida sebagai dasar perencanaan. Analisis Lokasi pada perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan aksesibilitas, konteks kawasan warisan, dan potensi pengembangan bangunan bersejarah. Hasil dari analisis ini menghasilkan pemilihan Lokasi yang strategis di Jl. Ahmad Yani VII, serta ide bentuk dari perancangan yang relevan. Perencanaan desain mencakup persyaratan ruang, sistem struktural dan utilitas, serta transformasi bentuk yang menggabungkan unsur-unsur historis dengan kondisi lahan sekitar untuk menciptakan museum yang edukatif, menarik, dan relevan bagi masyarakat saat ini. Kata Kunci: Museum Sejarah; Digital; Arsitektur Hibrida; Warisan Budaya; Pelestarian

This proposal designs a Digital History Museum in Medan City by combining interactive technology and a hybrid architectural approach to preserve the city's cultural heritage in response to the challenges of modernization. The design begins with an urgency to address potential cultural preservation issues, the concept of a digital museum, and hybrid architecture as the basis for planning. Location analysis in the design was conducted by considering accessibility, the context of the heritage area, and the potential for developing historic buildings. The results of this analysis led to the selection of a strategic location on Jl. Ahmad Yani VII, as well as relevant design ideas. The design plan includes space requirements, structural and utility systems, and a transformation of form that combines historical elements with the surrounding land conditions to create a museum that is educational, attractive, and relevant to today's society. Keywords: History Museum; Digital; Hybrid Architecture; Cultural Heritage; Preservation:

Citation



    SERVICES DESK