Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN JARIMAH MAISIR SECARA ONLINE DI KOTA BANDA ACEH (STUDI DI WILAYAH HUKUM SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
ARBAY ZIKRI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mohd. Din - 196412311990021006 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2203101010332
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
345.027 2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 18 ayat (1) Qanun Jinayat Nomor 6 Tahun 2014 mengatur larangan terhadap jarimah maisir. Maisir adalah segala bentuk perjudian, termasuk kegiatan taruhan dan permainan untung-untungan yang dilarang syariat dan qanun, dan dalam praktik modern banyak berlangsung secara online melalui aplikasi dan situs perjudian.Secara normatif, regulasi telah memadai, tetapi dalam kenyataannya implementasi masih menghadapi berbagai hambatan, terutama dalam aspek teknologi dan koordinasi antar lembaga
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya pelanggaran jarimah maisir secara online di Kota Banda Aceh, menjelaskan hambatan yang dihadapi Wilayatul Hisbah dalam menegakkan jarimah maisir secara online, serta menguraikan upaya pencegahan jarimah maisir yang dilakukan oleh Wilayatul Hisbah.
Metode Penelitian yang digunakan adalah yuridis-empiris dengan pendekatan kualitatif, yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta kondisi nyata di masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelitian lapangan berupa wawancara dengan informan,responden dan studi pustaka terkait regulasi dan literatur yang relevan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Faktor penyebab maisir online , dari hasil wawancara dengan aparat Wilayatul Hisbah ditemukan delapan faktor utama, dari hasil wawancara dengan pelaku judi online ditemukan lima faktor pendorong. Hambatan penegakan yang ditemukan mencakup keterbatasan kewenangan pemblokiran situs judi, kesulitan pembuktian di Mahkamah Syar’iyah, dan koordinasi antar lembaga yang belum optimal. Upaya pencegahan Wilayatul Hisbah mencakup pemantauan dan patroli siber sederhana, sosialisasi bahaya maisir, kerja sama dengan pengelola usaha,koordinasi lintas-instansi, serta penindakan terhadap pelaku lokal.
Disarankan kepada Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh untuk terus meningkatkan penegakan hukum dalam hal penegakan jarimah maisir ini.
Article 18 paragraph (1) of Qanun Jinayat Number 6 of 2014 regulates the prohibition of jarimah maisir. Maisir refers to any form of gambling, including betting activities and games of chance prohibited under Islamic law (Sharia) and the qanun. In modern practice, such activities are increasingly conducted online through gambling applications and websites. Although the regulatory framework is normatively adequate, its implementation continues to face various challenges, particularly in terms of technological limitations and inter-agency coordination. The purpose of this research is to identify and explain the factors contributing to the occurrence of online jarimah maisir in Banda Aceh City, examine the obstacles faced by the Wilayatul Hisbah in enforcing the prohibition against online jarimah maisir, and describe the preventive measures undertaken by the Wilayatul Hisbah to address online jarimah maisir. This research employs a socio-legal (juridical-empirical) method with a qualitative approach, examining both the applicable legal provisions and the prevailing conditions within society. Data were collected through field research, including interviews with informants and respondents, as well as a literature review of relevant regulations and legal literature. The research findings indicate that there are several factors contributing to online maisir. Interviews with Wilayatul Hisbah officers identified eight main contributing factors, while interviews with online gambling offenders identified five motivating factors. The obstacles to law enforcement include limited authority to block gambling websites, difficulties in establishing evidence before the Mahkamah Syar’iyah (Sharia Court), and suboptimal inter-agency coordination. The preventive measures undertaken by the Wilayatul Hisbah include monitoring and basic cyber patrols, public awareness campaigns regarding the dangers of maisir, cooperation with business operators, cross-agency coordination, and enforcement measures against local offenders. It is recommended that the Wilayatul Hisbah of Banda Aceh City continue to strengthen law enforcement efforts in addressing and preventing jarimah maisir.
RASIONALISASI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH SESUAI DENGAN PERAN DAN FUNGSINYA (SUATU PENELITIAN DI KOTA BANDA ACEH) (RIZKI YULIANDA, 2017)
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN JARIMAH MAISIR SECARA ONLINE DI KOTA BANDA ACEH (STUDI DI WILAYAH HUKUM SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH KOTA BANDA ACEH) (ARBAY ZIKRI, 2026)
PENEGAKAN HUKUM JARIMAH MAISIR DI KABUPATEN ACEH TENGAH OLEH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA (ILHAM DANULI, 2024)
PENERAPAN KETENTUAN JARIMAH KHAMAR DI WILAYAH SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH ACEH TENGGARA (RIDUWAN, 2017)
PENGARUH PENGAWASAN PIMPINAN DAN KOMPENSASI TERHADAP MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA SERTA DAMPAKNYA PADA PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DAN WILAYATUL HISBAH KOTA BANDA ACEH (Kiki Putri Amelia, 2018)