Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PROSES INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA ASAL LANGKAT DENGAN MAHASISWA ACEH DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Pengarang
MUTIA SELVI SYAFIRA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Sanusi - 197304141998021001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2206101010021
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika interaksi sosial antara mahasiswa perantau asal Langkat dan mahasiswa Aceh di Universitas Syiah Kuala, yang berada dalam ruang kampus dengan latar budaya berbeda namun memiliki kedekatan nilai Melayu dan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Proses interaksi sosial antara mahasiswa Langkat dan mahasiswa Aceh yang tercermin dalam bentuk-bentuk interaksi sosial serta menganalisis faktor penghambat dan faktor pendukung yang memengaruhi proses interaksi sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 20 informan, terdiri atas 10 mahasiswa asal Langkat dan 10 mahasiswa Aceh, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi sosial antara mahasiswa Langkat dan mahasiswa Aceh berlangsung secara bertahap, dinamis, dan timbal balik. Bentuk interaksi sosial yang paling dominan adalah kerja sama dalam kegiatan akademik, organisasi, asrama, dan aktivitas sehari-hari, disertai kompetisi sehat dalam bidang akademik dan organisasi serta akomodasi melalui komunikasi ketika terjadi perbedaan pendapat. Faktor penghambat interaksi sosial meliputi perbedaan bahasa atau dialek, perbedaan budaya, stereotip awal, dan kecemasan komunikasi pada masa awal adaptasi. Faktor pendukung interaksi sosial meliputi dukungan teman sebaya, lingkungan kampus yang inklusif, organisasi kemahasiswaan dan kedaerahan, serta sikap terbuka dan toleransi dari kedua kelompok mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa perbedaan budaya tidak berkembang menjadi konflik, melainkan menjadi sarana pembelajaran sosial yang memperkuat hubungan harmonis antara mahasiswa Langkat dan mahasiswa Aceh di Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menyarankan agar Universitas Syiah Kuala terus mengembangkan program yang mendukung interaksi sosial lintas budaya, serta mendorong mahasiswa untuk mempertahankan sikap terbuka, saling menghargai, dan aktif membangun komunikasi antardaerah guna memperkuat keharmonisan di lingkungan kampus.
Kata kunci: interaksi sosial, mahasiswa Langkat, mahasiswa Aceh, hambatan interaksi, dukungan sosial.
This research is motivated by the dynamics of social interactions between Langkat and Acehnese students at Syiah Kuala University, who live on campus with different cultural backgrounds but share close Malay and Islamic values. This study aims to describe the forms of social interactions between Langkat and Acehnese students and analyze the inhibiting and supporting factors that influence these social interactions. This study used a descriptive qualitative approach. Twenty informants were selected as subjects, consisting of 10 Langkat and 10 Acehnese students, using purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that social interactions between Langkat and Acehnese students occur in stages, dynamically, and reciprocally. The most dominant form of social interaction is cooperation in academic activities, organizations, dormitories, and daily activities, accompanied by healthy competition in academic and organizational areas and accommodation through communication when disagreements arise. Factors inhibiting social interaction include language or dialect differences, cultural differences, initial stereotypes, and communication anxiety during the initial adaptation period. Factors supporting social interaction include peer support, an inclusive campus environment, student and regional organizations, and an open and tolerant attitude from both student groups. These findings indicate that cultural differences do not develop into conflict but rather serve as a means of social learning that strengthens harmonious relationships between Langkat and Acehnese students at Syiah Kuala University. This study recommends that Syiah Kuala University continue to develop programs that support cross-cultural social interaction and encourage students to maintain an open attitude, mutual respect, and actively build interregional communication to strengthen harmony on campus. Keywords: social interaction, Langkat students, Acehnese students, barriers to interaction, social support.
POLA INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA LUAR ACEH DAN MAHASISWA ACEH DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Hajiah, 2018)
RELASI SOSIAL DALAM PROSES INTERAKSI MAHASISWA ASAL KABUPATEN ACEH SELATAN DI BANDA ACEH (CUT NADIA RISMA, 2019)
INTERAKSI SOSIAL MAHASISWA ASAL PAPUA YANG MENGIKUTI PROGRAM AFIRMASI DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Rahmadi Pribadi Muclis, 2017)
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA LUAR NEGERI DALAM BERINTERAKSI DENGAN MAHASISWA ASAL ACEH (STUDI PADA MAHASISWA UIN AR-RANIRY BANDA ACEH) (Febrina Arizki Putri, 2022)
INTERAKSI SOSIAL ANTARA MAHASISWA MUSLIM DENGAN MAHASISWA NON-MUSLIM DALAM LINGKUNGAN KAMPUS UNIVERSITAS SYIAH KUALA (Gabriella Martina Sirait, 2021)