PENGARUH MODAL INTELEKTUAL DAN KAPASITAS SERAP TERHADAP KINERJA ORGANISASI MELALUI BERBAGI PENGETAHUAN DENGAN MODERASI BUDAYA ORGANISASI KEMUHAMMADIYAHAN PADA PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    DISSERTATION

PENGARUH MODAL INTELEKTUAL DAN KAPASITAS SERAP TERHADAP KINERJA ORGANISASI MELALUI BERBAGI PENGETAHUAN DENGAN MODERASI BUDAYA ORGANISASI KEMUHAMMADIYAHAN PADA PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH DI INDONESIA


Pengarang

M Yamin - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad Adam - 196206171988111001 - Dosen Pembimbing I
Mahdani - 195907251990021001 - Dosen Pembimbing I
Hafasnuddin - 195905101988101001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1801302010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ilmu Manajemen (S3) / PDDIKTI : 61001

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Doktor Ilmu Manajemen Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Fokus penelitian ini adalah menguji bagaimana modal intelektual dan kapasitas serap berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi melalui mekanisme berbagi pengetahuan, serta menelaah peran budaya organisasi Kemuhammadiyahan sebagai faktor yang memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut pada Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan analisis Structural Equation Modeling (SEM) berbasis AMOS. Data responden dikumpulkan dari unsur yayasan, dosen, dan mahasiswa PTM melalui instrumen kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal intelektual dan kapasitas serap berpengaruh positif dan signifikan terhadap berbagi pengetahuan serta kinerja organisasi. Berbagi pengetahuan terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara variabel modal intelektual dan kapasitas serap dengan kinerja organisasi. Selain itu, budaya organisasi kemuhammadiyahan terbukti berfungsi sebagai variabel moderator, dengan koefisien interaksi negatif yang menunjukkan efek moderasi memperlemah. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun nilai budaya memperkuat sistem organisasi, pada tingkat tertentu ia dapat mengurangi kekuatan pengaruh langsung praktik berbagi pengetahuan terhadap kinerja.
Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur manajemen pengetahuan dan kinerja organisasi dengan mengintegrasikan perspektif modal intelektual, kapasitas serap, dan nilai budaya institusional dalam satu model struktural terpadu. Secara praktis, hasil penelitian memberikan implikasi strategis bagi pengelola PTM dalam merancang kebijakan penguatan kapasitas pengetahuan organisasi yang selaras dengan nilai budaya institusi guna meningkatkan kinerja secara berkelanjutan.
Kata Kunci : Modal Intelektual; Kapasitas Serap; Berbagi Pengetahuan; Kinerja Organisasi; Perguruan Tinggi Muhammadiyah

This study aims to examine the effects of intellectual capital and absorptive capacity on organizational performance, with knowledge sharing serving as a mediating variabel and Muhammadiyah organizational culture acting as a modertaing variable within Muhammadiyah/Aisyiyah Higher Education Institutions in Indonesia. The research employed a quantitative explanatory design and utilzed Structural Equation Modeling (SEM) analysis with AMOS software. Data were collected from institutional leaders, lectures, and administrative staff through structured questionnaries that had passed validity and reliability testing. The finding indicate that intellectual capital and absorptive capacity have positive and significant effects on both knowledge sharing and organizational performance. Knowledge sharing is proven to function as a mediating variable that sterngthenes the relationship between knowledge-based resources and organizational performance. Furthermore, Muhammadiyah organizational culture is confirmed as a significant moderating variable in the relationship between knowledge sharing and organizational performance. The negative interactioan coefficient suggests a weaking moderation effect, implying that although organizational values einforce institutional systems, at certain levels they may reduce the direct strength of the influence of knowledge sharing on performance. Theoretically, this research contributes to the literature on knowledge management and organizational performance by integrating the perspectives of intellectual capital, absorptive capacity, and institutional cultural values into a single comprehensive structural model. Practicallay, the resluts prvide strategic implications for Muhammadiyah/Aisyiyah higher education managers in designing policies to strengthen organizational knowledge capacity aligne with institutional cultural values in order to enhace sustainable performance. Keywords: Intellectual capital; Absorptive Capacity; Knowledge Sharing; Organizational Performance; Muhammadiyah Higher Education Institutions.

Citation



    SERVICES DESK