Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERSEPSI PELAKU UMKM TERHADAP BUSINESS CONTINUITYRNMANAGEMENT (BCM) DALAM MEMBANGUN KETANGGUHAN USAHA RNPADA DAERAH RAWAN BENCANA DI BANDA ACEH DAN ACEH BESAR.
Pengarang
Jamal Fida - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Syafruddin - 196310291988111001 - Dosen Pembimbing I
Yunita Idris - 198006082009122002 - Dosen Pembimbing II
Rina Suryani Oktari - 198310122014042001 - Penguji
Sulastri - 196808111992032001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2409200140002
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Ilmu Kebencanaan (S2) / PDDIKTI : 61104
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Magister Ilmu Kebencanaan., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar merupakan wilayah yang memiliki tingkat
kerentanan tinggi terhadap berbagai ancaman bencana, sehingga keberlanjutan usaha
menjadi isu penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu
pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketangguhan usaha adalah
Business Continuity Management (BCM). Namun, penerapan BCM pada sektor UMKM
masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pelaku UMKM
terhadap BCM, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi tersebut, serta
menganalisis kebutuhan dan tantangan dalam adopsi BCM sebagai strategi penguatan
ketangguhan usaha di daerah rawan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 14 pelaku UMKM di Kota Banda
Aceh dan Kabupaten Aceh Besar yang mewakili berbagai sektor usaha. Data dianalisis
menggunakan analisis tematik dengan bantuan software ATLAS.ti. Hasil analisis
menghasilkan 28 kode yang dikelompokkan ke dalam 7 tema utama, yaitu persepsi
terhadap BCM, faktor internal, faktor eksternal, kebutuhan adopsi BCM, tantangan adopsi
BCM, risiko dan dampak bencana, serta praktik kesiapsiagaan usaha.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM belum mengenal
konsep BCM sebelum penelitian dilakukan. Namun, setelah memperoleh penjelasan
mengenai konsep, tujuan dan manfaat BCM, mayoritas responden menunjukkan persepsi
yang positif dan menilai BCM relevan untuk membantu keberlanjutan usaha ketika
menghadapi berbagai gangguan maupun bencana. Faktor eksternal memiliki pengaruh
yang lebih dominan dibandingkan faktor internal dalam membentuk persepsi UMKM
terhadap adopsi BCM. Faktor-faktor tersebut meliputi dukungan pemerintah, akses
informasi dan pelatihan, akses pembiayaan, serta jaringan sosial. Kebutuhan utama
UMKM dalam mengadopsi BCM adalah pelatihan, informasi, pendampingan, dan
dukungan modal. Sementara itu, tantangan utama yang dihadapi adalah belum dikenalnya
BCM oleh sebagian besar pelaku UMKM, keterbatasan modal, serta keterbatasan sumber
daya manusia dan sarana pendukung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peluang
penerapan BCM pada UMKM di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar cukup
besar. Hambatan utama adopsi BCM bukan terletak pada penolakan terhadap konsep BCM,
melainkan pada keterbatasan pengetahuan, kapasitas, dan dukungan implementasi. Oleh
karena itu, penguatan kapasitas melalui pelatihan, penyediaan informasi, pendampingan,
dan dukungan dari pemerintah dan stakeholder lainnya menjadi faktor penting dalam
mendorong adopsi dan penerapan BCM pada pelaku UMKM.
Kata kunci: Business Continuity Management, UMKM, Ketangguhan Usaha,
Kesiapsiagaan Usaha, Pengurangan Risiko Bencana.
ABSTRACT Banda Aceh City and Aceh Besar District are highly vulnerable to various disaster hazards, making business continuity a critical issue for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). One approach that can be employed to enhance business resilience is Business Continuity Management (BCM). However, the adoption of BCM among MSMEs remains relatively limited. This study aims to analyze MSMEs’ perceptions of BCM, identify the factors influencing these perceptions, and examine the needs and challenges associated with BCM adoption as a strategy for building resilience of MSMEs in disaster prone areas. This study employed a qualitative approach using in depth interviews with 14 MSME owners in Banda Aceh City and Aceh Besar District representing various business sectors. The data were analyzed using thematic analysis with the ATLAS.ti software. The analysis generated 28 codes, which were subsequently grouped into seven main themes: perceptions of BCM, internal factors, external factors, BCM adoption needs, BCM adoption challenges, disaster risks and impacts, and business preparedness practices. The findings revealed that most MSME owners were unfamiliar with the concept of BCM prior to the study. However, after receiving an explanation of the concept, objectives, and benefits of BCM, most of respondents expressed positive perceptions and considered BCM relevant for supporting business continuity in the face of various disruptions and disasters. External factors were found to have a more significant influence than internal factors in shaping MSMEs’ perceptions of BCM adoption. These factors included government support, access to information and training, access to financing, and social networks. The primary needs identified for BCM adoption were training, information, mentoring, and financial support. Meanwhile, the main challenges were the lack of awareness of BCM among most MSME owners, limited financial resources, and constraints related to human resources and supporting facilities. This study concludes that there is considerable potential for BCM adoption among MSMEs in Banda Aceh City and Aceh Besar District. The primary barrier to BCM adoption is not resistance to the concept itself, but rather limited knowledge, capacity, and implementation support. Therefore, strengthening MSME capacity through training, information dissemination, mentoring, and support from government and other stakeholders is essential to promote the adoption and implementation of BCM among MSMEs. Keywords: Business Continuity Management, MSMEs, Business Resilience, Business Preparedness, Disaster Risk Reduction.
PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN DAN PERSEPSI RISIKO QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS)RNTERHADAP KINERJA BISNIS UMKM DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS UMKM DI KOTA BANDA ACEH) (Ahmad Firdaus, 2025)
SISTEM INFORMASI PENANGGULANGAN BENCANA DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (Iwan Nusa Budi, 2020)
PERLINDUNGAN HUKUM USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN BEBAS MASYARAKAT EKONOMI ASEAN (Yusri, 2021)
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KEMAJUAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) KULINER DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS KECAMATAN BAITURRAHMAN) (Fitria Marisa, 2022)
PENGARUH PEMAHAMAN ADMINISTRASI PERPAJAKAN, KUALITAS PELAYANAN PAJAK DAN PERSEPSI WAJIB PAJAK UMKM TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM DI BANDA ACEH DENGAN KESADARAN PERPAJAKAN SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Nurul Fitri, 2023)