EVALUASI PENGURUSAN IZIN SECARA ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) OLEH PELAKU USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI PENGURUSAN IZIN SECARA ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) OLEH PELAKU USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) ACEH


Pengarang

CUT NADIATUL ZIQRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mukhrijal - 198810202022031002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2210104010008

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Online Single Submission (OSS) merupakan sistem perizinan berusaha berbasis elektronik yang diterapkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan perizinan agar lebih mudah, cepat, dan transparan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang terdiri atas indikator efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi yang melibatkan pihak DPMPTSP Aceh, pelaku usaha, dan masyarakat sebagai pengguna layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha melalui sistem OSS di DPMPTSP Aceh telah memenuhi indikator efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Sistem OSS mampu memberikan kemudahan dalam proses pengurusan izin, menghemat waktu, biaya, dan tenaga, menyediakan informasi dan fitur yang memadai, memperluas akses pelayanan, memberikan respons dan pendampingan kepada pengguna layanan, serta mendukung proses perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih belum sepenuhnya optimal karena masih menghadapi beberapa hambatan, yaitu gangguan jaringan internet dan sistem OSS yang menyebabkan proses perizinan menjadi terhambat, kurangnya pemahaman sebagian pelaku usaha terhadap prosedur dan persyaratan perizinan, serta rendahnya kesadaran sebagian pelaku usaha dalam mengurus legalitas usahanya. Dengan demikian, pelaksanaan pelayanan perizinan berusaha melalui sistem OSS di DPMPTSP Aceh telah memberikan kemudahan dalam proses perizinan berusaha, namun pelaksanaannya masih menghadapi beberapa hambatan sehingga belum sepenuhnya optimal.

Online Single Submission (OSS) is an electronic-based business licensing system implemented by the government to enhance the quality of licensing services, making them easier, faster, and more transparent. This study aims to evaluate the implementation of business licensing services via the OSS system at the Aceh Investment and One-Stop Integrated Service Agency (DPMPTSP Aceh) and to identify the obstacles encountered during its implementation. The study employs William N. Dunn’s policy evaluation theory comprising indicators of effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness within a descriptive qualitative framework. Data collection involved interviews and document analysis, engaging DPMPTSP Aceh officials, business operators, and the public as service users. The results indicate that the implementation of business licensing services via the OSS system at DPMPTSP Aceh has met the indicators of effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The OSS system facilitates the licensing process; saves time, cost, and effort; provides adequate information and features; expands service access; offers responsiveness and assistance to users; and supports licensing procedures in accordance with applicable regulations. However, implementation is not yet fully optimal due to several obstacles: internet network and OSS system disruptions that hinder the licensing process, a lack of understanding among some business operators regarding licensing procedures and requirements, and low awareness among some business operators regarding the legalization of their businesses. In conclusion, while the implementation of business licensing services via the OSS system at DPMPTSP Aceh has facilitated the licensing process, it still faces obstacles that prevent it from being fully optimal.

Citation



    SERVICES DESK