IMPLEMENTASI DAN DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN TUAH SEJATI DI DESA PUDENG KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IMPLEMENTASI DAN DAMPAK PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN TUAH SEJATI DI DESA PUDENG KECAMATAN LHOONG KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Nurul Kamali - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Azhar - 196711021993031003 - Dosen Pembimbing I
Tuti Arlita - 197310112006042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1905110010032

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hutan Kemasyarakatan (HKm) merupakan salah satu skema perhutanan sosial yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat melalui pengelolaan hutan secara lestari dengan tetap menjaga fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Tuah Sejati serta menganalisis dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat di Gampong Pudeng, Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner kepada penyuluh pendamping, pengurus Kelompok Tani Hutan (KTH), serta anggota Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dengan jumlah responden sebanyak 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program HKm Tuah Sejati telah berjalan cukup baik melalui kegiatan pengelolaan hasil hutan bukan kayu, agroforestri, dan jasa lingkungan. Program tersebut memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan keterampilan dan pengetahuan anggota, penguatan kelembagaan kelompok, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pelestarian hutan. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi beberapa kendala, terutama keterbatasan sumber daya manusia, akses pendanaan, dan pemasaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait untuk meningkatkan keberlanjutan pengelolaan HKm.

Community Forest (HKm) is a social forestry scheme aimed at empowering local communities through sustainable forest management while maintaining ecological, social, and economic functions. This study aims to examine the implementation of the Tuah Sejati Community Forest (HKm) management program and analyze its impact on the community in Pudeng Village, Lhoong District, Aceh Besar Regency. A descriptive qualitative method was employed. Data collection involved observation, in-depth interviews, and the distribution of questionnaires to facilitating extension officers, Forest Farmer Group (KTH) administrators, and Social Forestry Business Group (KUPS) members, involving a total of 41 respondents. The results indicate that the implementation of the Tuah Sejati HKm program has proceeded effectively through activities involving non-timber forest product management, agroforestry, and environmental services. The program has generated positive impacts, including increased community income, enhanced member skills and knowledge, strengthened group institutions, and heightened community awareness regarding forest conservation. However, the program's implementation still faces several challenges, particularly regarding limited human resources, access to funding, and marketing. Therefore, sustained support and guidance from the government and relevant stakeholders are required to enhance the sustainability of HKm management.

Citation



    SERVICES DESK