Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EVALUASI KINERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI KRUENG ACEH
Pengarang
Ayla Syafira - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Muhammad Yasar - 197910192005011001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2105106010058
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
RINGKASAN
Daerah Irigasi Krueng Aceh merupakan salah satu daerah irigasi strategis di Provinsi Aceh yang berfungsi mendukung penyediaan air bagi lahan pertanian seluas 7.449,80 ha. Keberhasilan pengelolaan jaringan irigasi sangat ditentukan oleh pelaksanaan operasi dan pemeliharaan yang efektif guna menjamin kontinuitas pelayanan air bagi kegiatan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Krueng Aceh berdasarkan aspek operasi bendung, operasi saluran, pemeliharaan bendung, pemeliharaan saluran, kondisi fisik infrastruktur, kondisi fungsional infrastruktur, pelayanan air, kelembagaan pemerintah, dan kelembagaan petani. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan data sekunder. Responden penelitian terdiri atas tiga petugas pengelola irigasi dan enam anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ranting Montasik memperoleh kinerja operasi dan pemeliharaan terbaik dengan jumlah skor 319,17 (skor normal 3,19) dan termasuk kategori sangat baik. Sementara itu, Ranting Seulimum memperoleh jumlah skor 292,67 (skor normal 2,93) dan Ranting Blang Bintang memperoleh jumlah skor 285,75 (skor normal 2,86), yang keduanya berada pada kategori baik. Kondisi fisik infrastruktur jaringan irigasi pada ranting montasik berada pada kategori baik sedangkan pada ranting Seulimum dan Blang Bintang berada pada kategori buruk. Kondisi fungsional infrastruktur menunjukkan kategori baik pada Ranting Seulimum dan Montasik, sedangkan Ranting Blang Bintang berada pada kategori buruk. Pelayanan air pada seluruh ranting berada pada kategori cukup karena mampu mendukung dua kali musim tanam setiap tahun dan ketepatan pemberian air sesuai jadwal sehingga berada pada kategori sangat baik. Kelembagaan pemerintah pada seluruh ranting berada pada kategori sangat baik, sedangkan kelembagaan petani menunjukkan variasi kategori mulai dari sangat buruk, baik, hingga sangat baik.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Krueng Aceh secara umum telah berada pada kategori baik hingga sangat baik, meskipun masih terdapat perbedaan kinerja antar ranting. Perbedaan tersebut terutama terlihat pada kondisi fungsional infrastruktur jaringan irigasi dan kelembagaan petani yang memengaruhi efektivitas pengelolaan jaringan irigasi. Oleh karena itu, peningkatan kinerja operasi dan pemeliharaan perlu diarahkan pada perbaikan fungsi infrastruktur, penguatan kelembagaan petani, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah dan P3A agar pelayanan irigasi dapat berlangsung secara lebih efektif, merata, dan berkelanjutan.
Kata kunci: irigasi, operasi dan pemeliharaan, kinerja irigasi, kelembagaan petani, Krueng Aceh.
ABSTRACT The Krueng Aceh Irrigation Area is a strategic irrigation zone in Aceh Province, supporting water supply for 7,449.80 hectares of agricultural land. Successful irrigation network management relies heavily on effective operation and maintenance to ensure continuous water service for agricultural activities. This study aims to evaluate the operation and maintenance performance of the Krueng Aceh irrigation network based on several aspects: weir operation, canal operation, weir maintenance, canal maintenance, infrastructure physical condition, infrastructure functional condition, water service, government institutions, and farmer institutions. A survey method was employed, with data collected through observation, interviews, documentation, and secondary sources. Respondents included three irrigation management officers and six members of the Water Users Farmers Association (P3A), selected using purposive sampling. The results indicate that the Montasik Branch achieved the best operation and maintenance performance, with a total score of 319.17 (normalized score of 3.19), placing it in the "very good" category. Meanwhile, the Seulimum Branch scored 292.67 (normalized score of 2.93) and the Blang Bintang Branch scored 285.75 (normalized score of 2.86); both fell into the "good" category. Regarding the physical condition of the irrigation infrastructure, the Montasik Branch was rated "good," whereas the Seulimum and Blang Bintang Branches were rated "poor." Infrastructure functionality was rated "good" for the Seulimum and Montasik Branches, while the Blang Bintang Branch was rated "poor." Water service across all branches fell into the "fair" category overall, although the ability to support two planting seasons annually and the adherence to water delivery schedules were rated "very good." Government institutions across all branches were rated "very good," whereas farmer institutions showed varied ratings, ranging from "very poor" and "good" to "very good." Based on the research findings, it can be concluded that the operation and maintenance performance of the irrigation network in the Krueng Aceh Irrigation Area generally falls within the "good" to "very good" categories, although performance variations exist among the different branches. These variations are primarily evident in the functional condition of the irrigation infrastructure and the state of farmer institutions, both of which influence the effectiveness of network management. Therefore, efforts to improve operation and maintenance performance should focus on enhancing infrastructure functionality, strengthening farmer institutions, and improving coordination between the government and Water Users' Associations (P3A) to ensure that irrigation services are delivered more effectively, equitably, and sustainably. Keywords: irrigation, operation and maintenance, irrigation performance, farmer institutions, Krueng Aceh.
IDENTIFIKASI ANGKA KEBUTUHAN NYATA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) PADA JARINGAN IRIGASI KRUENG BARO KABUPATEN PIDIE (Nofrizal, 2019)
EVALUASI KINERJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI KRUENG ACEH (Ayla Syafira, 2026)
PENILAIAN KINERJA DAERAH IRIGASI JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA (IRWANSYAH, 2019)
SOSIAL KAPITAL MASYARAKAT DALAM OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN DAERAH IRIGASI KRUENG ACEH (Sukandar, 2017)
EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI BARO KANAN KABUPATEN PIDIE (Husaini, 2019)