PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI RAWIT (STUDI KASUS DI KECAMATAN SIMPANG EMPAT, KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN CABAI RAWIT (STUDI KASUS DI KECAMATAN SIMPANG EMPAT, KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA)


Pengarang
Dosen Pembimbing

Ira Manyamsari - 198026052014012101 - Dosen Pembimbing I
Mujiburrahmad - 198810282015041003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205102010014

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Terdapat data mengenai kegiatan penyuluhan, jumlah PPL relatif memadai, dan produktivitas cabai rawit cukup baik, kondisi tersebut belum dapat menggambarkan bagaimana persepsi petani terhadap peran penyuluh dalam meningkatkan produktivitas cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi tingkat persepsi petani terhadap peran PPL dalam meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, (2) Menganalisis apakah terdapat perbedaan persepsi petani terhadap peran PPL dalam meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit antar desa di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik penarikan sampel Quota Sampling, di mana responden dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu petani yang sedang membudidayakan tanaman cabai rawit, kemudian menetapkan jumlah responden sebanyak 6 orang pada masing-masing dari 15 desa di Kecamatan Simpang Empat, sehingga total sampel yang digunakan berjumlah 90 orang. Analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif berdasarkan hasil skala likert untuk mengukur tingkat peran PPL dalam meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit, serta Uji Kruskal Wallis untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan persepsi petani terhadap peran PPL dalam meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit antar desa di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani terhadap peran PPL secara keseluruhan berada pada kategori rendah dengan skor rata-rata 22,57 di mana indikator motivator memiliki nilai (22,71), fasilitator (21,60), inovator (22,49), dan edukator (23,02) yang masing-masing berada pada kategori rendah. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000. Maka terdapat perbedaan yang signifikan pada persepsi petani terhadap peran PPL dalam meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit pada setiap Desa di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

While data exists regarding extension activities, the number of agricultural extension officers (PPL), and bird's eye chili productivity, these figures do not fully capture farmers' perceptions of the extension officers' role in boosting productivity. This study aims to (1) identify the level of farmers' perception regarding the role of PPL in increasing bird's eye chili productivity in Simpang Empat District, Karo Regency, and (2) analyze whether there are differences in farmers' perceptions of this role across the villages in the district. The study employs a descriptive quantitative method using quota sampling; respondents were selected based on specific criteria—namely, farmers currently cultivating bird's eye chili—with six respondents chosen from each of the 15 villages in Simpang Empat District, resulting in a total sample of 90 individuals. Analysis included descriptive statistics based on Likert scale results to measure the perceived role of PPL in increasing productivity, as well as the Kruskal-Wallis test to determine if there were significant differences in perceptions across the villages. The results indicate that the overall level of farmers' perception regarding the role of PPL falls into the "low" category, with an average score of 22.57; specifically, the indicators for motivator (22.71), facilitator (21.60), innovator (22.49), and educator (23.02) all fell within the low category. The Kruskal-Wallis test yielded an Asymp. Sig. value of 0.000, indicating a significant difference in farmers' perceptions of the PPL's ​​role in increasing bird's eye chili productivity across the villages in Simpang Empat District, Karo Regency.

Citation



    SERVICES DESK