KAJIAN SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BAHAN BAKU LAMBAI, MAKANAN TRADISIONAL ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KAJIAN SENYAWA BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BAHAN BAKU LAMBAI, MAKANAN TRADISIONAL ACEH


Pengarang

SYARIFAH SHAFIATUL AMALIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novi Safriani - 198112022006042003 - Dosen Pembimbing I
Syarifah Rohaya - 196604121998022001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205105010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknologi Hasil Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41231

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Teknologi Hasil Pertanian (S1)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Lambai merupakan makanan tradisional khas Aceh yang tersusun atas berbagai jenis daun dan secara turun-temurun dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan karena mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan. Namun, informasi ilmiah mengenai kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan bahan baku utama lambai masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan pada enam bahan baku lambai, yaitu daun tapak liman, mengkudu, cabe jawa, labu siam, saga, dan lengkuas
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu jenis daun yang terdiri atas enam taraf perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Sampel berupa daun muda dikeringkan menggunakan food dehydrator pada suhu 50°C, dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 40 mesh, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70% dengan perbandingan bahan dan pelarut 1:10 selama tiga hari. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air simplisia, rendemen, skrining fitokimia (alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, steroid, dan tanin), total fenol, total flavonoid, serta aktivitas antioksidan yang dinyatakan sebagai nilai IC50. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 1%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis daun berpengaruh sangat nyata (p

Lambai is a traditional Acehnese dish composed of various types of leaves; it is traditionally believed to offer health benefits due to the presence of bioactive compounds with potential antioxidant activity. However, scientific information regarding the bioactive compound content and antioxidant activity of the primary ingredients used in lambai remains limited. This study aimed to examine the bioactive compound content and antioxidant activity of six lambai ingredients: *Elephantopus scaber* (tapak liman), *Morinda citrifolia* (mengkudu), *Piper retrofractum* (cabe jawa), *Sechium edule* (labu siam), *Abrus precatorius* (saga), and *Alpinia galanga* (lengkuas). The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor—leaf type—comprising six treatment levels and three replications, resulting in 18 experimental units. Young leaf samples were dried in a food dehydrator at 50°C, pulverized, and sieved through a 40-mesh screen. They were then extracted via maceration using 70% ethanol at a 1:10 material-to-solvent ratio for three days. Analyzed parameters included crude drug moisture content, yield, phytochemical screening (alkaloids, phenolics, flavonoids, saponins, steroids, and tannins), total phenolic content, total flavonoid content, and antioxidant activity (expressed as IC50 values). Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at a 1% significance level. The results indicated that leaf type had a highly significant effect (p

Citation



    SERVICES DESK