RANCANG BANGUN SMART WATER FILTRATION SYSTEM MENGGUNAKAN MORINGA OLEIFERA DENGAN MONITORING DAN KONTROL OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RANCANG BANGUN SMART WATER FILTRATION SYSTEM MENGGUNAKAN MORINGA OLEIFERA DENGAN MONITORING DAN KONTROL OTOMATIS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)


Pengarang

Dosen Pembimbing

Rahmad Dawood - 197203181995121001 - Dosen Pembimbing I
Maya Fitria - 199005012019032020 - Dosen Pembimbing II
T. Mukhriza - 198010032006041003 - Penguji
Hendrik Leo - 199712262024061001 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2204111010035

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Komputer (S1) / PDDIKTI : 56202

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik Komputer., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

628.162

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ketersediaan air minum yang aman masih menjadi masalah serius di banyak wilayah pedesaan Indonesia, terutama di kawasan pesisir yang rentan terhadap pencemaran bakteri dan kandungan logam berat akibat kondisi tanah pantai. Salah satu wilayah yang menghadapi kondisi ini adalah Desa Rukoh, Banda Aceh, Aceh, Indonesia, di mana air tanah terdeteksi mengandung bakteri Escherichia coli yang melebihi batas aman dan berpotensi mengandung logam berat besi serta mangan. Penelitian ini telah merancang dan merealisasikan prototipe Smart Water Filtration System yang mengolah air baku melalui koagulasi menggunakan serbuk biji Moringa Oleifera sebagai koagulan alami, penyaringan lanjutan dengan sistem Reverse Osmosis lima tahap, dan sterilisasi menggunakan filter Ultraviolet, dilengkapi pemantauan berbasis Internet of Things menggunakan mikrokontroler ESP32 yang membaca data sensor Turbidity, pH, dan TDS secara real-time dan menampilkannya melalui web dashboard. Hasil pengujian laboratorium terakreditasi Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh menunjukkan seluruh 16 parameter yang diuji telah memenuhi standar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023, dengan Total Coliform turun dari 4.600 menjadi 0 CFU/100 mL, TDS turun dari 536 mg/L menjadi 10 mg/L, tingkat kekeruhan turun dari 1 NTU menjadi 0,05 NTU, dan kandungan Mangan turun dari 0,1391 mg/L menjadi 0,0101 mg/L. Pengujian lapangan di Desa Rukoh turut menunjukkan hasil yang konsisten, dengan TDS turun dari 466 mg/L menjadi 34 mg/L dan kekeruhan turun dari 3,00 NTU menjadi 0,40 NTU. Hasil ini membuktikan bahwa sistem yang dikembangkan berhasil mengubah air baku yang tidak layak konsumsi menjadi air minum yang aman sesuai standar baku mutu, sekaligus terbukti menjadi solusi pengolahan air yang mandiri dan terjangkau bagi masyarakat pesisir. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk menguji sistem pada profil kontaminasi air baku yang lebih beragam serta mengevaluasi ketahanan jangka panjang membran Reverse Osmosis.

Access to safe drinking water remains a serious problem in many rural areas of Indonesia, especially in coastal regions prone to bacterial contamination and heavy metal content due to coastal soil conditions. One area facing this situation is Rukoh Village, Banda Aceh, Aceh, Indonesia, where groundwater has been found to contain Escherichia coli bacteria exceeding safe limits and potentially containing heavy metals such as iron and manganese. This research has designed and realized a Smart Water Filtration System prototype that processes raw water through coagulation using Moringa Oleifera seed powder as a natural coagulant, advanced filtration through a five-stage Reverse Osmosis system, and sterilization using an Ultraviolet filter, equipped with an Internet of Things-based monitoring mechanism using an ESP32 microcontroller that reads Turbidity, pH, and TDS sensor data in real time and displays it through a web dashboard. Testing at an accredited laboratory, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banda Aceh, showed that all 16 tested parameters met the standards of the Indonesian Minister of Health Regulation Number 2 of 2023, with Total Coliform decreasing from 4,600 to 0 CFU/100 mL, TDS decreasing from 536 mg/L to 10 mg/L, turbidity decreasing from 1 NTU to 0.05 NTU, and Manganese decreasing from 0.1391 mg/L to 0.0101 mg/L. Field testing in Rukoh Village showed consistent results, with TDS decreasing from 466 mg/L to 34 mg/L and turbidity decreasing from 3.00 NTU to 0.40 NTU. These results confirm that the developed system successfully transformed unsafe raw water into drinking water that meets national quality standards, proving to be an independent and affordable water treatment solution for coastal communities. Further research is still needed to validate the system against more varied raw water contamination profiles and to evaluate the long-term durability of the Reverse Osmosis membrane.

Citation



    SERVICES DESK