TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR PADA KEBUN KOPI ROBUSTA ORGANIK DAN KONVENSIONAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PREDATOR PADA KEBUN KOPI ROBUSTA ORGANIK DAN KONVENSIONAL


Pengarang

GHEISA ZAHIRA SHOFA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Jauharlina - 196309231988032010 - Dosen Pembimbing I
Sapdi - 196411151993031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2205109010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian Proteksi Tanaman., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tanaman kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara. Produktivitas kopi sering mengalami penurunan akibat serangan hama penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei) yang dapat menurunkan kuantitas maupun kualitas biji kopi. Salah satu upaya pengendalian yang ramah lingkungan adalah memanfaatkan arthropoda predator sebagai musuh alami. Keberadaan arthropoda predator sangat dipengaruhi oleh sistem budidaya yang diterapkan, yaitu budidaya organik dan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan hama penggerek buah kopi serta keanekaragaman arthropoda predator pada kebun kopi robusta organik dan konvensional.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2026 di perkebunan kopi Desa Sabet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling untuk menentukan kebun kopi robusta. Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada dua tipe kebun, yaitu kebun kopi robusta organik dan kebun kopi robusta konvensional. Pengambilan sampel arthropoda predator dilakukan menggunakan pitfall trap dan sweeping net, sedangkan tingkat serangan hama diamati secara langsung pada buah kopi. Proses identifikasi arthropoda dilanjutkan di Laboratorium Pengendalian Hayati, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Parameter yang diamati meliputi tingkat serangan hama penggerek buah kopi, kelimpahan individu, kekayaan spesies, keanekaragaman, kemerataan, dominansi, dan indeks similaritas arthropoda predator. Data dianalisis menggunakan Uji-T untuk membandingkan parameter arthropoda predator dan Uji-Z untuk membandingkan tingkat serangan hama antara ke dua sistem budidaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama penggerek buah kopi pada pengamatan pertama dan ke dua berbeda nyata. Namun pada pengamatan ke tiga tidak berbeda nyata ( z = 1,54 ; p = 0,12). Kelimpahan individu dan kekayaan spesies arthropoda predator cenderung lebih tinggi pada kebun organik sebanyak 402 individu dan kebun konvensional sebanyak 287 individu. Spesies yang mendominansi pada ke dua tipe kebun berasal dari Genus Odontoponera sp. (Hymenoptera: Formicidae). Nilai rata-rata indeks keanekaragaman pada kebun organik lebih tinggi berkisar 1,89–1,73 dibandingkan kebun konvensional berkisar 1,16–1,27. Nilai kemerataan pada kebun organik lebih tinggi berkisar 0,81–0,87 dibandingkan kebun konvensional berkisar 0,71–0,80. Nilai indeks dominansi pada kebun organik 0,20 – 0,24 lebih rendah dibandingkan kebun kopi konvensional 0,29 – 0,40. Indeks similaritas sebesar 89,79% mengindikasikan bahwa komposisi spesies arthropoda predator pada ke dua tipe kebun memiliki tingkat kesamaan yang tinggi.

The Robusta coffee plant (Coffea canephora) is one of the plantation commodities of significant economic value in Indonesia and contributes to the country’s foreign exchange earnings. Coffee productivity often declines due to attacks by the coffee berry borer (Hypothenemus hampei), which can reduce both the quantity and quality of coffee beans. One environmentally friendly control method is the use of predatory arthropods as natural enemies. The presence of predatory arthropods is greatly influenced by the farming system employed, namely organic and conventional farming. This study aims to determine the level of coffee berry borer infestation and the diversity of predatory arthropods in organic and conventional Robusta coffee plantations. The study was conducted from February to April 2026 at coffee plantations in Sabet Village, Jaya Subdistrict, Aceh Jaya Regency. The study sites were selected using purposive sampling to identify Robusta coffee plantations. Sampling was carried out at two types of plantations: organic Robusta coffee plantations and conventional Robusta coffee plantations. Predatory arthropods were sampled using pitfall traps and sweeping nets, while pest infestation levels were observed directly on the coffee cherries. Arthropod identification was carried out at the Biological Control Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The parameters observed included the infestation level of coffee berry borer pests, abundance,

Citation



    SERVICES DESK