PEMODELAN DAN ANALISIS KINEMATIKA GERAKAN MEMETIK SIRIH PADA TARI TRADISIONAL RANUP LAMPUAN ACEH BERBASIS INTERPOLASI SPLINE KUBIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PEMODELAN DAN ANALISIS KINEMATIKA GERAKAN MEMETIK SIRIH PADA TARI TRADISIONAL RANUP LAMPUAN ACEH BERBASIS INTERPOLASI SPLINE KUBIK


Pengarang

KHAIRISMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Siti Rusdiana - 196309101990022001 - Dosen Pembimbing I
Said Munzir - 196907031994121002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2208101010016

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Matematika (S1) / PDDIKTI : 44201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Tari Ranup Lampuan merupakan tari tradisional Aceh yang berfungsi sebagai
simbol penghormatan dalam penyambutan tamu. Meskipun memiliki nilai budaya
yang tinggi, gerakan tari ini belum banyak dikaji secara matematis dan kuantitatif.
Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan lintasan gerakan memetik sirih pada
Tari Ranup Lampuan menggunakan interpolasi spline kubik serta menganalisis
karakteristik kinematika dan torsi sendi yang terlibat dalam gerakan tersebut. Data
posisi segmen tubuh diperoleh melalui digitalisasi video menggunakan perangkat
lunak Kinovea, kemudian disaring menggunakan filter Butterworth untuk
mengurangi noise. Lintasan gerak selanjutnya dimodelkan dengan interpolasi
spline kubik menggunakan dua kondisi batas, yaitu natural dan not-a-knot.
Estimasi torsi sendi bahu dan siku dilakukan dengan memodelkan segmen lengan
sebagai kerucut terpancung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan
memetik sirih didominasi oleh komponen vertikal dengan pola gerak yang ritmis
dan berulang. Kedua kondisi batas spline menghasilkan kurva yang hampir identik
pada bagian tengah interval dan hanya menunjukkan perbedaan pada titik-titik
ujung, sehingga pemilihan kondisi batas tidak memberikan pengaruh yang
signifikan terhadap hasil pemodelan. Analisis biomekanika menunjukkan bahwa
torsi pada sendi bahu secara konsisten lebih besar dibandingkan torsi pada sendi
siku. Selain itu, perbandingan torsi antara sisi kanan dan kiri mengungkapkan
adanya asimetri gerak yang jelas, yang mengonfirmasi secara kuantitatif peran
tangan kanan sebagai pelaku utama gerakan memetik sirih, sedangkan tangan kiri
berfungsi sebagai penopang puan sirih. Temuan ini menunjukkan bahwa
pendekatan matematika dan biomekanika dapat digunakan untuk mengungkap
karakteristik gerak dalam tari tradisional serta memberikan kontribusi terhadap
dokumentasi ilmiah warisan budaya berbasis etnomatematika.
Kata Kunci: Tari Ranup Lampuan, spline kubik, kinematika, torsi sendi,
biomekanika tari, etnomatematika.

The Ranup Lampuan dance is a traditional Acehnese dance that serves as a symbol of respect when welcoming guests. Although it holds great cultural significance, the dance movements have not been extensively studied from a mathematical or quantitative perspective. This study aims to model the motion trajectory of the betel leaf-plucking movement in the Ranup Lampuan dance using cubic spline interpolation and to analyze the kinematic characteristics and joint torques involved in that movement. Body segment position data were obtained by digitizing video using Kinovea software and then filtered using a Butterworth filter to reduce noise. The motion trajectories were then modeled using cubic spline interpolation with two boundary conditions: “natural” and “not-a-knot.” Shoulder and elbow joint torques were estimated by modeling the arm segments as truncated cones. The results of the study show that the betel leaf-picking movement is dominated by vertical components with a rhythmic and repetitive motion pattern. Both spline boundary conditions produced nearly identical curves in the middle of the interval and showed differences only at the endpoints; thus, the choice of boundary conditions did not have a significant effect on the modeling results. Biomechanical analysis showed that the torque at the shoulder joint was consistently greater than that at the elbow joint. Furthermore, a comparison of torque between the right and left sides reveals a clear asymmetry in movement, which quantitatively confirms the role of the right hand as the primary agent of the betel-picking motion, while the left hand serves to support the betel leaf. These findings demonstrate that mathematical and biomechanical approaches can be used to uncover the characteristics of movement in traditional dance and contribute to the scientific documentation of cultural heritage based on ethnomathematics. Keywords: Ranup Lampuan Dance, cubic spline, kinematics, joint torque, dance biomechanics

Citation



    SERVICES DESK