RUANG POLITIK PEREMPUAN DALAM BUDAYA PATRIARKI DI ACEH RN(STUDI KASUS KEMENANGAN DARWATI A. GANI PADA PEMILU DPD-RI 2024) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

RUANG POLITIK PEREMPUAN DALAM BUDAYA PATRIARKI DI ACEH RN(STUDI KASUS KEMENANGAN DARWATI A. GANI PADA PEMILU DPD-RI 2024)


Pengarang

IRA MULIANI OKTAFIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Maghfira Faraidiany - 199402262022032017 - Dosen Pembimbing I
Muliawati - 199205242017012101 - Penguji
Annisah Putri - 199208232022032009 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2210103010072

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Budaya patriarki yang masih kuat dalam kehidupan sosial politik Aceh menjadi
tantangan bagi perempuan untuk memperoleh ruang politik dan legitimasi sebagai
pemimpin. Kondisi ini tercermin dari rendahnya keterwakilan perempuan dalam
lembaga politik. Namun, pada Pemilu DPD-RI Aceh Tahun 2024, Darwati A. Gani
berhasil memenangkan kontestasi dengan memperoleh 184.528 suara di tengah
dominasi kandidat laki-laki. Fenomena tersebut menimbulkan pertanyaan
mengenai bagaimana modal sosial berperan dalam membangun ruang politik
perempuan di tengah budaya patriarki masyarakat Aceh. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis modal sosial Darwati A. Gani dalam membangun ruang politik
perempuan di tengah budaya patriarki masyarakat Aceh. Penelitian menggunakan
metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Modal Sosial Pierre
Bourdieu dan konsep pemberdayaan perempuan Naila Kabeer yang meliputi
resources, agency, dan achievements. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
keberhasilan Darwati A. Gani ditentukan oleh kemampuan mengelola modal sosial
melalui pembangunan jaringan sosial yang luas, pemeliharaan hubungan sosial
secara berkelanjutan, pemanfaatan berbagai sumber daya politik dan sosial,
kemampuan menyusun strategi yang sesuai dengan kondisi masyarakat, serta
mengonversi seluruh modal tersebut menjadi legitimasi politik dan dukungan
elektoral. Meskipun budaya patriarki masih memengaruhi dinamika politik Aceh,
modal sosial yang kuat mampu membuka ruang politik bagi perempuan. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa modal sosial menjadi mekanisme penting dalam
membangun ruang politik perempuan di tengah budaya patriarki. Oleh karena itu,
diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas, jaringan, dan
kesempatan politik perempuan guna meningkatkan keterwakilan perempuan dalam
politik di Aceh.

Kata Kunci: Modal Sosial, Ruang Politik Perempuan, Budaya Patriarki,
Darwati A. Gani, Aceh.

xii ABSTRACT The patriarchal culture that remains deeply rooted in Aceh's socio-political life poses significant challenges for women in gaining political space and legitimacy as leaders. This condition is reflected in the low representation of women in political institutions. However, in the 2024 Aceh Regional Representative Council (DPDRI) election, Darwati A. Gani won the election by securing 184,528 votes despite the dominance of male candidates. This phenomenon raises the question of how social capital contributes to the construction of women's political space within Aceh's patriarchal society. This study aims to analyze Darwati A. Gani's social capital in building women's political space amid the patriarchal culture of Aceh. This research employed a qualitative method. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and were analyzed using Pierre Bourdieu's Social Capital Theory and Naila Kabeer's concept of women's empowerment, which consists of resources, agency, and achievements. The findings indicate that Darwati A. Gani's success was shaped by her ability to manage social capital through extensive social networks, sustained social relationships, effective utilization of political and social resources, the ability to formulate strategies that suited the characteristics of Acehnese society, and the conversion of these forms of capital into political legitimacy and electoral support. Although patriarchal culture continues to influence political dynamics in Aceh, strong social capital has enabled women to expand their political space. This study concludes that social capital serves as a crucial mechanism for strengthening women's political participation within a patriarchal context. Therefore, continuous efforts are needed to strengthen women's capacity, social networks, and political opportunities in order to enhance women's political representation in Aceh. Keywords: Social Capital, Women's Political Space, Patriarchal Culture, Darwati A. Gani, Aceh.

Citation



    SERVICES DESK