PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS DAN NPK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KOPI ARABIKA DI KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS DAN NPK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KOPI ARABIKA DI KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Putri Karina - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muyassir - 196404211993091001 - Dosen Pembimbing I
Manfarizah - 196809081993032003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1905108010018

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.73

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kopi merupakan salah satu komoditi unggulan nasional yang sudah dikenal di berbagai belahan dunia. Menurut data yang diperoleh dari Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), nilai ekspor kopi Indonesia sangat tidak stabil, tetapi jumlahnya dari tahun ke tahun tidak terlalu signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, jumlah rata-rata produktivitas kopi Arabika berkisar antara 600-800kg/ha/tahun yang mana rata-rata produksinya tergolong lebih rendah dibandingkan hasil produktivitas kopi Arabika nasional pertahun yaitu 810 kg/ha/tahun. Kebun Kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah ditanam pada ordo tanah Andisol. Andisol berasal dari kata ando yang berarti tanah hitam, tanah yang gembur, ringan dan porous, tanah bagaian atas berwarna gelap atau hitam, bertekstur sedang (lempung, lempung berdebu), dan mengandung bahan organik antara 8% – 30% dengan pH 4,5 – 6. Andisol didaerah Gunung Merapi mempunyai pH masam, P, K, Ca, Mg, serta Kejenuhan Basa (KB) rendah, dan mempunyai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah tinggi. Salah satu metode untuk menyelesaikan masalah pH masam serta ketersediaan P, K, Ca dan Mg Andisol dengan cara aplikasi bahan organik. Kurangnya pengetahuan petani kopi di Kabupaten Bener Meriah terhadap penerapan teknik budidaya kopi arabika organik merupakan salah satu faktor yang menjadikan produktivitas kopi arabika di Kabupaten Bener Meriah hingga saat ini masih rendah sehingga perlu dilakukan penelitian ini untuk memperbaiki unsur hara tanah pada kebun kopi Arabika dengan pemberian kombinasi pupuk Kompos dan NPK guna meningkatkan kualitas
lahan kopi Arabika di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos dan NPK
terhadap sifat kimia tanah pada lahan kopi Arabika Gayo di Kabupaten Bener Meriah. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari 2024 sampai dengan Desember 2024. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen/percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor sehingga diperoleh 9 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 27 satuan unit percobaan masing- masing unit menggunakan 3 tanaman dan didapat 81 tanaman percobaan. Pemberian Kompos berpengaruh sangat nyata terhadap N-total dan K-dd tanah,berpengaruh nyata terhadap pH dan tidak berpengaruh nyata terhadap Bahan Organik tanah. Pemberian NPK berpengaruh sangat nyata terhadap pH tanah dan N-total tanah dan tidak berpengaruh nyata terhadap K-dd dan Bahan Organik tanah. Interaksi kedua perlakuan
memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pH dan Bahan Organik tanah dan tidak berpengaruh nyata terhadap N-total dan K-dd tanah. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pemberian pupuk sintetis NPK
yang disertai dengan pemberian Kompos dapat memperbaiki sifat kimia tanah pH ke arah yang lebih baik. Pemupukan NPK dapat meningkatkan Bahan Organik tanah, sedangkan pemberian kompos dapat meningkatkan ketersediaan hara K-dd tanah secara konsisten sampai seiring dengan meningkatnya takaran yang diberikan.

Coffee is a leading national commodity known throughout the world. According to data from the Indonesian Coffee Exporters Association (AEKI), the value of Indonesian coffee exports is highly unstable, but the annual volume is not significantly different. Data from the Central Aceh and Bener Meriah District Agriculture Offices show that the average Arabica coffee yield ranges from 600-800 kg/ha/year, which is lower than the national average of 810 kg/ha/year. Arabica coffee plantations in Bener Meriah District are planted on Andisol soils. Andisols are derived from the word "ando," meaning black soil. They are loose, light, and porous. The topsoil is dark or black, has a medium texture (loam, silty loam), and contains between 8% and 30% organic matter with a pH of 4.5 and 6. Andisols in the Mount Merapi area have an acidic pH, low P, K, Ca, and Mg, and low Base Saturation (KB), and high Cation Exchange Capacity (CEC). One method to address the acidic pH and the availability of P, K, Ca, and Mg in Andisols is through the application of organic matter. The lack of knowledge among coffee farmers in Bener Meriah Regency regarding the application of organic Arabica coffee cultivation techniques is one factor contributing to the low productivity of Arabica coffee in Bener Meriah Regency. Therefore, this research is needed to improve soil nutrients in Arabica coffee plantations by applying a combination of compost and NPK fertilizer to improve the quality of Arabica coffee land in Bener Meriah Regency. This study aimed to determine the effect of compost and NPK fertilizer on the chemical properties of soil in Gayo Arabica coffee plantations in Bener Meriah Regency. The study took place from January 2024 to December 2024. The research method used a factorial randomized block design (RBD) with two factors, resulting in 9 treatments replicated three times, resulting in 27 experimental units, each with three plants, resulting in a total of 81 experimental plants. Compost application significantly affected soil total N and K content, significantly affected pH, and had no significant effect on soil organic matter. NPK application significantly affected soil pH and total N content, but had no significant effect on K content or soil organic matter. The interaction between the two treatments significantly affected soil pH and organic matter, but had no significant effect on soil total N and K content. Based on this study, it can be concluded that the application of synthetic NPK fertilizer combined with compost can improve soil chemical properties, leading to a positive pH. NPK fertilization can increase soil organic matter, while composting can increase the availability of K-dd nutrients in the soil consistently as the dosage given increases.

Citation



    SERVICES DESK