PENILAIAN PERAN KELEMBAGAAN DALAM IMPLEMENTASI ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT (EAFM) PADA PERIKANAN KARANG DI KOTA SABANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENILAIAN PERAN KELEMBAGAAN DALAM IMPLEMENTASI ECOSYSTEM APPROACH TO FISHERIES MANAGEMENT (EAFM) PADA PERIKANAN KARANG DI KOTA SABANG


Pengarang

SITI FEBRIYANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Alvi Rahmah - 198805082015042002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2211103010011

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : .,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perikanan karang di Kota Sabang memerlukan pengelolaan yang baik terutama pada bidang atau sektor kelembagaan, salah satu pengelolaan yang dapat dilakukan yaitu dengan pengelolaan perikanan melalui pendekatan berbasis ekosistem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Pengelolaan dengan pendekatan berbasis EAFM bertujuan agar pengelolaan perikanan terpadu, komprehensif, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi aktual kelembagaan pada pengelolaan perikanan karang di Kota Sabang, serta menilai skor setiap indikator domain kelembagaan pada pengelolaan perikanan karang di Kota Sabang. Penelitian ini dilaksanakan pada lima titik lokasi, yaitu Krueng Raya, Pasiran, Ie Meulee, Ujung Kareung, dan Anoi Itam. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, kemudian dilakukan survei dan wawancara dengan pemangku kepentingan (stakeholder) seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Sabang, dan Panglima Laot yang terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah dengan analisis komposit indikator pada domain kelembagaan EAFM dan visualisasi model bendera (flag model). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator EAFM yang tergolong dalam kondisi baik yaitu indikator kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan perikanan yang telah ditetapkan secara baik formal maupun non-formal, indikator kelengkapan aturan main dalam pengelolaan perikanan, indikator mekanisme pengambilan keputusan, dan indikator kapasitas pemangku kepentingan. Indikator yang tergolong dalam kondisi sedang yaitu indikator tingkat sinergitas kebijakan dan kelembagaan pengelolaan perikanan. Indikator yang tergolong dalam kondisi kurang yaitu indikator rencana pengelolaan perikanan. Nilai agregat domain kelembagaan perikanan karang di Kota Sabang berada pada kategori baik sekali dengan nilai komposit 86.

Kata kunci: Perikanan karang, Kelembagaan, EAFM, Kota Sabang, Kondisi

Coral reef fisheries in Sabang City require effective management, particularly regarding institutional aspects, one viable approach is the Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). EAFM aims to ensure that fisheries management is integrated, comprehensive, and sustainable. This study aims to describe the current institutional conditions of coral reef fisheries management in Sabang City and to assess the scores for each indicator within the institutional domain. The research was conducted at five locations: Krueng Raya, Pasiran, Ie Meulee, Ujung Kareung, and Anoi Itam. Respondents were selected using purposive sampling, followed by surveys and interviews with relevant stakeholders, such as the Sabang City Marine and Fisheries Agency (DKP) and the Panglima Laot (traditional sea commander). Data analysis involved a composite analysis of EAFM institutional domain indicators and visualization using the flag model. The results indicate that the EAFM indicators classified as being in good condition include: compliance with established formal and non-formal principles of responsible fisheries management; the completeness of fisheries management rules; decision-making mechanisms; and stakeholder capacity. The indicator classified as moderate is the level of synergy between fisheries management policies and institutions. The indicator classified as "poor" is the fisheries management plan. The aggregate score for the coral reef fisheries institutional domain in Sabang City falls into the excellent category, with a composite score of 86. Keywords: Coral Fisheries, Institutions, EAFM, Sabang City, Condition

Citation



    SERVICES DESK