Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN DAN AIR DI KABUPATEN ACEH SELATAN
Pengarang
AMRINA KHALISHA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
2205108010005
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas pertanian Ilmu Tanah., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menimbulkan tekanan terhadap ketersediaan sumber daya alam, khususnya air dan lahan, sehingga kajian daya dukung ini menjadi penting sebagai dasar perencanaan pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Kabupaten Aceh Selatan merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam yang luas dan beragam, baik pada dataran rendah hingga kawasan perbukitan. Letaknya yang berada di wilayah pesisir barat Provinsi Aceh memberikan keuntungan dari segi iklim dan ketersediaan sumber daya air, namun juga menghadapi tantangan serius terkait pemanfaatan lahan yang optimal seperti peningkatan jumlah penduduk. Kabipaten ini memiliki luas wilayah 417,383 ha yang terdiri atas18 Kecamatan, 43 Mukim dan 260 Gampong dengan jumlah penduduk sebesar 241,994 jiwa.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air, ketersediaan lahan dan kebutuhan lahan, serta status daya dukung lingkungan berbasis air dan lahan di Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2025 sampai dengan April 2026. Data pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh intansi-instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengacu pada Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup dalam Penataan Ruang Wilayah.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa daya dukung lahan Kabupaten Aceh Selatan secara keseluruhan berstatus surplus dengan nilai rasio 131,78, ketersediaan lahan mencapai 19.457.650 ha, jauh melampaui kebutuhan lahan sebesar 147.467 ha. Dari sisi daya dukung air, Kabupaten Aceh Selatan juga berstatus surplus dengan nilai rasio 8,30, ketersediaan air mencapai 3.213.515.194 m³/tahun, jauh melampaui kebutuhan air sebesar 387.190.400 m³/tahun. Namun terdapat 3 kecamatan dengan nilai rasio daya dukung air rendah yaitu Kluet Utara (1,15), Tapaktuan (1,55), dan Labuhanhaji (2,04) yang menunjukkan kerentanan terhadap tekanan kebutuhan air di masa yang akan datang.
The continuously increasing population growth places pressure on the availability of natural resources, particularly water and land, making this carrying capacity study important as a basis for sustainable regional development planning. Aceh Selatan Regency is one of the regions with extensive and diverse natural resource potential, spanning from lowlands to hilly areas. Its location on the western coast of Aceh Province provides advantages in terms of climate and water resource availability, but it also faces serious challenges related to optimal land use, such as population growth. This regency has an area of 417,383 ha, consisting of 18 sub-districts (kecamatan), 43 mukim, and 260 villages (gampong), with a population of 241,994 people. This study aims to analyze water availability and demand, land availability and demand, as well as the status of environmental carrying capacity based on water and land in Aceh Selatan Regency. This research was conducted from November 2025 to April 2026. The data used in this study are secondary data obtained from relevant institutions such as the Central Bureau of Statistics (BPS), the Regional Development Planning Agency (Bappeda), and the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG). This study employed a quantitative descriptive method, referring to the Regulation of the State Minister of Environment Number 17 of 2009 concerning Guidelines for Determining Environmental Carrying Capacity in Regional Spatial Planning. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the overall land carrying capacity of Aceh Selatan Regency is in surplus status, with a ratio value of 131.78; land availability reaches 19,457,650 ha, far exceeding the land demand of 147,467 ha. In terms of water carrying capacity, Aceh Selatan Regency is also in surplus status, with a ratio value of 8.30; water availability reaches 3,213,515,194 m³/year, far exceeding the water demand of 387,190,400 m³/year. However, there are 3 sub-districts with low water carrying capacity ratio values, namely Kluet Utara (1.15), Tapaktuan (1.55), and Labuhanhaji (2.04), indicating vulnerability to future water demand pressures.
ANALISIS DAYA DUKUNG LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN ACEH BESAR (Muhammad Rafi Farrel Fuady, 2024)
ANALISIS SPASIAL DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP JASA EKOSISTEM PANGAN (STUDI KASUS KABUPATEN ACEH BESAR) (Reza Fonna, 2019)
ANALISIS KESELARASAN DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN JASA EKOSISTEM DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN BIREUEN TAHUN 2012-2032 (Yuhaniz Mustafa, 2022)
ANALISIS SPASIAL JASA EKOSISTEM PENDUKUNG UNTUK DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN SIMEULUE (SITI OLIA SARI, 2021)
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN KAWASAN PERMUKIMAN KOTA BANDA ACEH DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYA (HAYATUL WARDANI, 2021)