AN ANALYSIS OF LANGUAGE TRANSFER IN ENGLISH PRONUNCIATION AMONG GAYO NATIVE SPEAKERS (A CASE' STUDY AT SMAN 1 BLANGKEJEREN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

AN ANALYSIS OF LANGUAGE TRANSFER IN ENGLISH PRONUNCIATION AMONG GAYO NATIVE SPEAKERS (A CASE' STUDY AT SMAN 1 BLANGKEJEREN)


Pengarang

RAIHANI SALSABILA - Personal Name;

Dosen Pembimbing


Nomor Pokok Mahasiswa

2106102020021

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perbedaan antara sistem fonologis Gayo dan Inggris seringkali menyebabkan kesulitan dalam menghasilkan bunyi yang tidak familiar, gugusan konsonan, dan pola prosodi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis kesalahan pengucapan yang dihasilkan oleh pembelajar penutur bahasa Gayo dan untuk menentukan sejauh mana kesalahan-kesalahan ini mencerminkan transfer L1. Desain deskriptif kualitatif yang didukung oleh analisis kuantitatif frekuensi kesalahan diterapkan. Partisipan terdiri dari 25 siswa kelas sebelas SMA Negeri 1 Blangkejeren yang bahasa pertamanya adalah Gayo. Data dikumpulkan melalui tugas membaca keras yang berisi kata-kata bahasa Inggris yang dirancang untuk memunculkan frikatif, afrikat, gugusan konsonan, dan kata-kata multisuku. Pengucapan direkam, ditranskripsikan menggunakan Alfabet Fonetik Internasional (IPA), dan dianalisis melalui analisis fonetik auditori dan analisis akustik menggunakan perangkat lunak PRAAT. Kesalahan pengucapan diklasifikasikan menjadi empat kategori: penambahan, distorsi, substitusi, dan penghilangan. Hasil menunjukkan bahwa kesalahan penambahan paling sering terjadi, terutama pada gugusan konsonan di mana pembelajar menyisipkan vokal untuk memudahkan artikulasi. Kesalahan distorsi terutama muncul pada frikatif dan konsonan akhir karena tidak adanya bunyi yang setara dalam bahasa Gayo. Substitusi terjadi ketika fonem yang tidak dikenal seperti /θ/, /ð/, dan /ʃ/ digantikan dengan /t/, /d/, dan /s/. Kesalahan penghilangan juga ditemukan pada konsonan akhir, yang mencerminkan kendala fonotaktik bahasa Gayo. Analisis suprasegmental menunjukkan variasi nada yang terbatas dan penempatan tekanan yang tidak konsisten, yang mengindikasikan pengaruh pola prosodi L1. Temuan ini menyoroti dampak transfer bahasa negatif dan menekankan pentingnya instruksi pengucapan eksplisit untuk meningkatkan kejelasan ucapan pembelajar.

Differences between the Gayo and English phonological systems often lead to difficulties in producing unfamiliar sounds, consonant clusters, and prosodic patterns. The objective is to identify the types of pronunciation errors produced by Gayo-speaking learners and to determine the extent to which these errors reflect L1 transfer. A qualitative descriptive design supported by quantitative analysis of error frequency is applied. The participants consist of 25 eleventh-grade students of SMA Negeri 1 Blangkejeren whose first language is Gayo. Data are collected through a reading-aloud task containing English words designed to elicit fricatives, affricates, consonant clusters, and multisyllabic words. The pronunciations are recorded, transcribed using the International Phonetic Alphabet (IPA), and analyzed through auditory phonetic analysis and acoustic analysis using PRAAT software. Pronunciation errors are classified into four categories: addition, distortion, substitution, and omission. The results indicate that addition errors occur most frequently, particularly in consonant clusters where learners insert vowels to ease articulation. Distortion errors appear mainly in fricatives and final consonants due to the absence of equivalent sounds in Gayo. Substitution occurs when unfamiliar phonemes such as /θ/, /ð/, and /ʃ/ are replaced with /t/, /d/, and /s/. Omission errors are also found in final consonants, reflecting phonotactic constraints of the Gayo language. Suprasegmental analysis shows limited pitch variation and inconsistent stress placement, indicating the influence of L1 prosodic patterns. The findings highlight the impact of negative language transfer and emphasize the importance of explicit pronunciation instruction to improve learners’ intelligibility.

Citation



    SERVICES DESK