PENANGANAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI VIRUS JEMBRANA PADA SAPI BALI DI PUSKESWAN KECAMATAN KANDIS, KABUPATEN SIAK, PROVINSI RIAU. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    LAPORAN KERJA PRAKTEK

PENANGANAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI VIRUS JEMBRANA PADA SAPI BALI DI PUSKESWAN KECAMATAN KANDIS, KABUPATEN SIAK, PROVINSI RIAU.


Pengarang

Angga Gustri Yonda - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darniati - 198310262008122002 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2302001010022

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Kesehatan Hewan (D3) / PDDIKTI : 54461

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan (D3)., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penyakit Jembrana merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Jembrana Disease Virus (JDV) yang menyerang sapi Bali dan dapat menimbulkan kerugian ekonomi akibat tingginya angka kesakitan dan kematian ternak. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui upaya pencegahan, penanganan, serta mekanisme pengendalian penyakit Jembrana yang diterapkan di Puskeswan Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Januari sampai 12 Maret 2026 melalui metode observasi lapangan, surveilans, pemeriksaan klinis, vaksinasi, penerapan biosekuriti, serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada peternak. Berdasarkan hasil kegiatan, diketahui bahwa populasi sapi Bali di Kecamatan Kandis berjumlah 878 ekor. Hasil surveilans menemukan 5 ekor sapi Bali yang menunjukkan gejala klinis mengarah pada penyakit Jembrana berupa demam, penurunan nafsu makan, lemas, hipersalivasi, dan pembesaran kelenjar limfa. Ternak yang menunjukkan gejala tersebut segera dilakukan isolasi, karantina, dan terapi suportif berupa pemberian antipiretik, vitamin, serta cairan untuk meningkatkan kondisi tubuh ternak. Selain itu, kegiatan vaksinasi berhasil dilaksanakan pada 500 ekor sapi untuk vaksin pertama dan 484 ekor sapi untuk vaksin kedua. Penerapan vaksinasi rutin, biosekuriti, surveilans, isolasi ternak sakit, serta edukasi kepada peternak terbukti membantu menekan penyebaran penyakit Jembrana di wilayah kerja Puskeswan Kecamatan Kandis. Dengan demikian, pengendalian penyakit Jembrana memerlukan pendekatan terpadu melalui tindakan pencegahan dan penanganan yang berkelanjutan guna menjaga kesehatan dan produktivitas sapi Bali.

ABSTRACT Jembrana disease is an acute infectious disease caused by the Jembrana Disease Virus (JDV) that affects Bali cattle and can cause significant economic losses due to high morbidity and mortality rates. This activity aimed to examine the prevention, management, and control mechanisms for Jembrana disease implemented at the Animal Health Center (Puskeswan) in Kandis District, Siak Regency, Riau Province. The activity was conducted from January 12 to March 12, 2026, utilizing field observations, surveillance, clinical examinations, vaccination, biosecurity implementation, and communication, information, and education (CIE) for livestock farmers. The results indicated a Bali cattle population of 878 head in Kandis District. Surveillance identified five Bali cattle exhibiting clinical signs suggestive of Jembrana disease, including fever, reduced appetite, lethargy, hypersalivation, and lymph node enlargement. Cattle showing these symptoms were immediately isolated and quarantined, and received supportive therapy—including antipyretics, vitamins, and fluids—to improve their physical condition. Additionally, vaccination was successfully administered to 500 cattle for the first dose and 484 cattle for the second dose. The implementation of routine vaccination, biosecurity measures, surveillance, isolation of sick animals, and farmer education proved effective in curbing the spread of Jembrana disease within the operational area of ​​the Kandis District Animal Health Center. Thus, controlling Jembrana disease requires an integrated approach involving sustained prevention and management measures to safeguard the health and productivity of Bali cattle.

Citation



    SERVICES DESK