EFEKTIVITAS PROGRAM PEMUTIHAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS PROGRAM PEMUTIHAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

M.HASANUL ICHSAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Maimun - 198104202010121003 - Penguji
Helmi - 198804272017011101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2110104010105

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor merupakan kebijakan yang
diinisiasi dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah sebagai upaya untuk
meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mengoptimalkan penerimaan daerah
dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor. Program Pemutihan Pajak Kendaraan
Bermotor sendiri memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh
pembebasan sanksi administrasi yang timbul akibat keterlambatan pembayaran
Pajak Kendaraan Bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
serta implikasi program tersebut terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah
(PAD) di Kota Banda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif
dengan teori efektivitas dari Richard M. Steers yang mencakup tiga indikator:
pencapain tujuan, integrasi, dan adaptasi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi
dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor memberikan dampak positif
terhadap peningkatan kepatuhan wajib pajak serta berimplikasi positif dalam
mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Banda Aceh. Hasil
ini juga memperlihatkan bahwa program pemutihan mampu mengurangi beban
tunggakan yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam optimalisasi
penerimaan pajak daerah. Namun demikian, pelaksanaan program ini tidak sertamerta

berjalan secara optimal sejak awal, karena dalam implementasinya masih
dihadapkan pada berbagai kendala dan hambatan, baik yang bersifat teknis maupun
administratif. Pelaksanaan Program pemutihan ini juga berpotensi menimbulkan
efek moral hazard, yaitu kecenderungan sebagian wajib pajak untuk menunda
pembayaran pajak secara rutin dengan harapan akan adanya kebijakan pemutihan
serupa di masa mendatang, yang pada akhirnya dapat melemahkan kepatuhan pajak
dalam jangka panjang.

Kata Kunci: Efektivitas, Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor,
Pendapatan Asli Daerah, Kota Banda Aceh

ABSTRACT The Motor Vehicle Tax Amnesty Program is a policy initiated and implemented by the local government as an effort to enhance taxpayer compliance and optimize regional revenue from the Motor Vehicle Tax sector. The program provides an opportunity for the public to obtain exemption from administrative sanctions arising from late payment of Motor Vehicle Tax. This study aims to examine the effectiveness and implications of the program on the increase of locally-generated revenue in Banda Aceh City. The research employs a descriptive qualitative approach using Richard M. Steers’ theory of effectiveness, which includes three indicators: goal attainment, integration, and adaptation. Data were collected through documentation and interviews with relevant stakeholders. The findings indicate that the Motor Vehicle Tax Amnesty Program has had a positive impact on improving taxpayer compliance and has positively contributed to the increase of locally-generated revenue in Banda Aceh City. The results also demonstrate that the program has helped reduce outstanding tax arrears, which have long been one of the obstacles to optimizing regional tax revenue. However, the implementation of the program did not run optimally from the outset, as it faced various technical and administrative challenges. In addition, the program carries the potential risk of moral hazard, namely the tendency of some taxpayers to delay regular tax payments in anticipation of similar amnesty policies in the future, which could ultimately weaken long-term tax compliance. Keywords: Effectiveness, Motor Vehicle Tax Amnesty Program, locallygenerated revenue, Banda Aceh City

Citation



    SERVICES DESK