ANALISIS PENGELOLAAN STIGMA NEGATIF DALAM PROSES PEMILIHAN PASANGAN ILLIZA SA'ADUDDIN DJAMAL-AFDAL KHALILULLAH PADA PILKADA 2024 DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PENGELOLAAN STIGMA NEGATIF DALAM PROSES PEMILIHAN PASANGAN ILLIZA SA'ADUDDIN DJAMAL-AFDAL KHALILULLAH PADA PILKADA 2024 DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

TEUKU REZA FAHLEVI PRIBADI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muliawati - 199205242017012101 - Dosen Pembimbing I
Novita Sari - 199111012019032028 - Penguji
Maghfira Faraidiany - 199402262022032017 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2010103010130

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Politik., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pilkada 2024 Kota Banda Aceh menjadi sorotan karena partisipasi Illiza Sa’adduddin Djamal sebagai calon perempuan pertama yang maju untuk periode kedua setelah menjabat pada 2014–2017, di tengah kuatnya stigma berbasis stereotip gender dan budaya patriarki di Aceh. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pengelolaan stigma negatif dan strategi pembangunan citra pasangan Illiza–Afdhal serta dinamika politik perempuan di Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teori Image Restoration, data diperoleh melalui wawancara, dokumentasi, dan analisis konten media. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa stigma dikelola melalui lima indikator strategi, yaitu penyangkalan, penghindaran tanggung jawab, pengurangan dampak negatif, pengakuan atau penyesalan, dan tindakan korektif, yang diwujudkan melalui penekanan rekam jejak kepemimpinan, kolaborasi dengan organisasi perempuan seperti Balai Syura Ureung Inong Aceh, penguatan legitimasi hukum berdasarkan UU No. 11 Tahun 2006, serta kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar bersama Abdul Somad untuk membangun citra religius. Strategi tersebut berkontribusi pada kemenangan pasangan Illiza–Afdhal dengan perolehan 41,17% suara. Berdasarkan hasil penelitian, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengelolaan stigma dan pembangunan citra yang efektif mampu meningkatkan elektabilitas sekaligus memperkuat partisipasi politik perempuan di Aceh.

Kata Kunci: Stigma Negatif, Pengelolaan Stigma, Politik Perempuan,Pilkada 2024 Banda Aceh

ABSTRACT The 2024 Banda Aceh mayoral election is in the spotlight due to the participation of Illiza Sa'adduddin Djamal as the first female candidate to run for a second term after serving from 2014 to 2017, amid strong gender-based stereotypes and patriarchal culture in Aceh. This study aims to analyze the mechanisms of managing negative stigma and the image-building strategies of the Illiza–Afdhal pair, as well as the dynamics of women in politics in Aceh. Using qualitative methods with a case study approach and Image Restoration theory, data was obtained through interviews, documentation, and media content analysis. The results show that stigma was managed through five strategic indicators, namely denial, avoidance of responsibility, reduction of negative impact, acknowledgment or remorse, and corrective action. These were manifested through an emphasis on leadership track records, collaboration with women's organizations such as Balai Syura Ureung Inong Aceh, strengthening legal legitimacy based on Law No. 11 of 2006, as well as religious activities such as Tabligh Akbar with Abdul Somad to build a religious image. These strategies contributed to the victory of the Illiza-Afdhal pair with 41.17% of the votes, so it can be concluded that effective stigma management and image building can increase electability while strengthening women's political participation in Aceh.. Keywords: Negative Stigma, Stigma Management, Women's Politics, 2024 Banda Aceh Regional Elections.

Citation



    SERVICES DESK