Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA SISWA SMA NEGERI 1 TERANGUN
Pengarang
SITI HAJAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nurbaity - 198108202006042003 - Dosen Pembimbing I
Hetti Zuliani - 198406062010122005 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2106104030019
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP / Prodi Bimbingan dan Konseling (S1)., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Siti Hajar (2026). Regulasi Diri Dalam Belajar Pada Siswa SMA Negeri 1 Terangun. [Skripsi,Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala].
Dosen Pembimbing I: Nurbaity,S.Pd;M.Ed; Dosen Pembimbing II : Dr. Hetti Zuliani,M.Pd
Regulasi diri dalam belajar adalah kemampuan individu untuk secara aktif merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya guna mencapai tujuan akademis. Perbedaan karakteristik individu, seperti jenis kelamin dan
tingkat kelas, diyakini memengaruhi tingkat regulasi diri siswa. Namun, pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam manajemen waktu, mengendalikan perilaku belajar, dan menjaga konsistensi dalam menyelesaikan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat regulasi diri siswa dalam belajar serta perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan tingkat kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh 141 siswa di SMA Negeri 1 Terangun. Sampel penelitian terdiri dari 141 siswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak proporsional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala regulasi diri dalam belajar berdasarkan model Likert, yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dalam bentuk persentase untuk menggambarkan distribusi tingkat regulasi diri siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara umum, kemampuan pengaturan diri siswa dalam
belajar termasuk dalam kategori tinggi, dengan distribusi 72% pada kategori tinggi, 18% pada kategori sangat tinggi, 8% pada kategori sedang, dan 2% pada kategori rendah. Berdasarkan jenis kelamin, siswa perempuan menunjukkan
kecenderungan yang lebih tinggi terhadap pengaturan diri, dengan 78% berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi, dibandingkan dengan 70% untuk siswa laki-laki. Berdasarkan tingkat kelas, siswa kelas XII memiliki tingkat pengaturan
diri yang lebih tinggi (75%) dibandingkan dengan siswa kelas XI (72%) dan siswa kelas X (69%). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan pengaturan diri siswa dalam belajar telah berkembang dengan baik, namun masih terdapat perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan tingkat kelas yang perlu ditangani dalam layanan bimbingan dan konseling sekolah.
Kata kunci: regulasi diri dalam belajar, siswa SMA, jenis kelamin, tingkat kelas
Siti Hajar (2026). Self-Regulation in Learning in Students of SMA Negeri 1 Terangun. [Thesis, Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Teacher training and Education, Syiah Kuala University]. Supervisor I :Nurbaity,S.Pd;M.Ed; Supervisor II: Dr.Hetti Zuliani, M.Pd. Self-regulation in learning is an individual's ability to actively plan, monitor, and evaluate their learning process to achieve academic goals. Differences in individual characteristics, such as gender and grade level, are believed to influence students' levels of self-regulation. However, field observations indicate that some students still experience difficulties in time management, controlling learning behavior, and maintaining consistency in completing assignments. This study aims to describe students' levels of self-regulation in learning and differences based on gender and grade level. This study used a quantitative approach with a descriptive research design. The study population consisted of all 141 students at SMA Negeri 1 Terangun. The study sample consisted of 141 students selected through proportional random sampling. The research instrument used was a self-regulation scale in learning based on the Likert model, which has been tested for validity and reliability. The data analysis technique used descriptive statistics in the form of percentages to describe the distribution of students' levels of self-regulation. The results showed that, in general, students' self-regulation abilities in learning were included in the high category, with a distribution of 72% in the high category, 18% in the very high category, 8% in the moderate category, and 2% in the low category. Based on gender, female students showed a higher tendency towards self-regulation, with 78% in the high and very high categories, compared to 70% for male students. Based on grade level, 12th grade students had a higher level of self-regulation (75%) compared to 11th grade students (72%) and 10th grade students (69%). These findings indicate that students' self-regulation abilities in learning have developed well, but there are still differences based on gender and grade level that need to be addressed in school guidance and counseling services. Keywords: self-regulation in learning, high school students, gender, grade level
HUBUNGAN IKLIM KELAS DENGAN REGULASI DIRI DALAM BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA SMA NEGERI DI BANDA ACEH (MARINA ULFAH, 2020)
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN DISIPLIN BELAJAR PADA SISWA SMK NEGERI 2 KOTA BANDA ACEH (IBNU RUDIANSYAH, 2024)
HUBUNGAN REGULASI DIRI DAN KECEMASAN AKADEMIS DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 4 KOTA BANDA ACEH (MAULINA ANANDA DEVI, 2019)
HUBUNGAN REGULASI DIRI DENGAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA SMA NEGERI 5 BANDA ACEH (YUSNIDAR, 2022)
REGULASI DIRI SISWA DALAM BELAJAR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING (DIAH SARMELA, 2023)