Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IMPLEMENTASI KESADARAN KEWARGANEGARAAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA (SMAS) SUKMA BANGSA PIDIE
Pengarang
Adina Syura - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Rizal Fahmi - 199201292021021101 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2106101010034
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Adina Syura. (2025). Implementasi Kesadaran Kewarganegaraan Lingkungan di Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie. [Skripsi, Universitas Syiah Kuala].Dibawah bimbingan Dr. Saiful, S.Pd., M.Si dan Rizal Fahmi, S.Pd., M.Pd.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman kesadaran kewarganegaraan lingkungan di sekolah sebagai upaya membentuk karakter peduli terhadap kelestarian alam. Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie merupakan sekolah berkomitmen tinggi terhadap pendidikan karakter dan pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program ramah lingkungan. Peneitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kesadaran warga sekolah terhadap kewarganegaraan lingkungan. (2) Mengetahui program-program sekolah dalam membentuk kesadaran tersebut. (3) Mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara dengan sepuluh informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru, pembina OSIS, pengurus OSIS, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) warga sekolah memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga lingkungan dengan cara menyadari dampak dari kerukana lingkungan dan bersikap untuk selalu menjaga lingkungan. (2) Kesadaran lingkungan di wujudkan oleh sekolah melalui kegiatan seperti Gerakan Pungut Sampah (GPS), program Green School Project (GSP) dan SMK3L, serta pembelajaran berbasis proyek lingkungan. (3) Kendala dalam melakukan program sekolah demi mewujudkan kesadaran lingkungan yaitu seperti kebiasaan lama sebagian siswa dan kurangnya pelatihan bagi guru dalam mengintegrasikan isu lingkungan ke dalam kurikulum. Kesimpulannya: (1) Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie berhasil menumbuhkan budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kewarganegaraan lingkungan. (2) Program-program yang dilakukan sekolah untuk menciptakan kesadaran lingkungan bagi warga seklah erhasil menciptakan masyarakat sekolah peduli terhadap lingkungandan menjaga lingkungan. (3) Kendala yang di alami sekolah Dalam pengimpementasian program kesadaran kewarganegaraan ingkungan yaitu kebiasaan lama siswa baru yang susah di ubah, pengaruh lingkungan keluarga danmasyarakat, serta kurang pahamnya guru terhada isu lingkungan yang dapat di kaitkan denganmateri pembelajaran. Saran (1) Manajemen sekolah perlu memperkuat kerja sama dan edukasi agar budaya hidup ramah lingkungan tertanam. (2) Siswa perlu meningkatkan kesadaran lingkungan, aktif berpartisipasi, dan menjadi teladan bagi teman sebaya. (3) Peneliti selanjutnya disarankan meneliti lebih mendalam faktor pendukung, hambatan, dan dampak program lingkungan serta mengembangkan metode dan inovasi pembelajaran yang lebih efektif.
Kata kunci: Kesadaran Lingkungan, Kewarganegaraan Lingkungan, Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie.
ABSTRACT Adina Syura. (2025). Implementation of Environmental Citizenship Awareness at Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie. [Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala]. Supervised by Dr. Saiful, S.Pd., M.Si and Rizal Fahmi, S.Pd., M.Pd. This study is motivated by the importance of fostering environmental citizenship awareness in schools as an effort to develop a character that cares for environmental sustainability. Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie is a school highly committed to character education and sustainable development through various environmentally friendly programs. This study aims to: (1) determine the level of awareness of school residents regarding environmental citizenship; (2) identify the school's programs in shaping this awareness; (3) understand the obstacles encountered in the implementation process. This research uses a qualitative approach with descriptive research methods. Data were obtained through observations and interviews with ten informants, consisting of the school principal, teachers, OSIS advisors, OSIS administrators, and students. The results of the study indicate that: (1) School members have a high awareness of the importance of protecting the environment by recognizing the impact of environmental damage and having an attitude to always care for the environment. (2) Environmental awareness is manifested by the school through activities such as the Trash Collection Movement (GPS), the Green School Project (GSP) and SMK3L programs, as well as project-based environmental learning. (3) Obstacles in implementing school programs to realize environmental awareness include the old habits of some students and the lack of training for teachers in integrating environmental issues into the curriculum. In conclusion: (1) Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie has successfully fostered a culture of sustainable environmental care as part of environmental citizenship. (2) The programs carried out by the school to raise environmental awareness among school members have successfully created a school community that cares for and protects the environment. (3) Challenges faced by schools in implementing the environmental citizenship awareness program include the difficulty of changing students' old habits, the influence of family and community environments, and teachers' lack of understanding of environmental issues that can be linked to learning materials. Suggestions: (1) School management needs to strengthen cooperation and education so that a culture of environmentally friendly living is instilled. (2) Students need to increase environmental awareness, actively participate, and serve as role models for their peers. (3) Future researchers are advised to study more deeply the supporting factors, obstacles, and impacts of environmental programs, as well as to develop more effective teaching methods and innovations. Keywords: Environmental Awareness, Environmental Citizenship, Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Sukma Bangsa Pidie.
KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TEATER DI SEKOLAH SUKMA BANGSA PIDIE (DINDA HERTANA, 2021)
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PENGETAHUAN GURU TENTANG VAKSINASI COVID-19 DI SEKOLAH YAYASAN SUKMA BANGSA BIREUEN (Athira, 2022)
STRATEGI KEPEMIMPINAN DIREKTUR SEKOLAH SUKMA BANGSA DALAM MEMBANGUN ORGANISASI PEMBELAJAR DI SEKOLAH SUKMA BANGSA PIDIE (Kasmalinda, 2025)
KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA BANDA ACEH (Aisarah Silma, 2019)
PENGARUH E-LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA SWASTA SUKMA BANGSA BIREUEN (AGUSTI MAHLIZA, 2023)