Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN KRITIS DI LAHAN BUDIDAYA MELON DESA LAM MANYANG KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR
Pengarang
AGRA FADHAIL DHUHA LUBIS - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ilyas - 196512311993031021 - Dosen Pembimbing I
Raichan Izzati - 199408292022032019 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1905108010034
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Ilmu Tanah (S1) / PDDIKTI : 54294
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kecamatan Peukan Bada merupakan salah satu sentra penghasil melon di Provinsi Aceh. Salah satu penghasil melon adalah di Desa Lam Manyang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar dengan luas lahan tanaman melon yang mencapai 13 hektar. Hasil survei awal kondisi lahan budidaya tanaman melon di Desa tersebut tergolong tidak subur dikarenakan petani hanya menggunakan pupuk kimia ponska. Penggunaan pupuk kimia (anorganik) secara eksklusif dan berlebihan dalam budidaya melon dapat menimbulkan serangkaian dampak negatif, terutama dalam jangka panjang, yang merusak kesehatan tanah dan mengurangi keberlanjutan produksi. Tanaman melon pada lokasi penelitian juga banyak yang terkena berbagai macam hama dan penyakit, seperti serangan thrips, penyakit antranoksa, busuk buah, buah yang kecil dan lain sebagainya.
Dampak jangka Panjang penggunaan pupuk kimia pada lahan budidaya melon perlu dipahami melalui penelitian yang menganalisis sifat kimia tanah serta strategi pengelolaan tanah berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketersediaan hara parameter-parameter kunci seperti pH, C-organik, N total, P tersedia, K-dapat ditukar, dan KTK. Hasil dari analisis ini dapat menjadi dasar ilmiah untuk menyusun rekomendasi praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, seperti kombinasi pupuk kimia dengan bahan organik atau penerapan pupuk berimbang, guna menjaga kesuburan tanah dan memastikan keberlanjutan produksi melon di masa depan.
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif yaitu metode yang terdiri dari pengambilan sampel, analisis laboratorium, dan pengelolaan data yang telah didapatkan di lapangan. Pengambilan sampel tanah dipilih berdasarkan parameter sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui sifat kimia tanah, status ketersediaan hara tanah dan diharapkan dapat digunakan sebagai data atau bahan pertimbangan dalam mengelola lahan tanaman melon, sehingga diperoleh hasil produksi yang optimal secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian analisis sifat kimia tanah maka dapat disimpulkan bahwa, kandungan hara pada C-organik sangat rendah, yaitu, berada pada rentang 0,28 – 0,72 % N-total termasuk ke dalam kriteria sangat rendah, yaitu berada pada rentang 0,05 – 0,15 %, P-tersedia termasuk ke dalam kriteria sangat rendah, yaitu berada pada rentang 0,70 – 3,00%, K-dapat ditukar termasuk ke dalam kriteria sangat rendah, yaitu berada pada rentang 0,08 – 0,19, dan Kapasitas Tukar Kation (KTK) termasuk ke dalam kriteria rendah, yaitu berada pada rentang 10,40 – 13,60. pH tanah pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria masam, agak masam dan netral. Diharapkan upaya pengelolaan lahan dapat menjaga kestabilan hara didalam tanah dan sebaiknya dilakukan intervensi pengelolaan tanah berkelanjutan untuk memulihkan produktivitas lahan.
Peukan Bada Subdistrict is one of the melon production centers in Aceh Province. One of the main production areas is located in Lam Manyang Village, Peukan Bada Subdistrict, Aceh Besar Regency, with a cultivated melon area reaching 13 hectares. Preliminary survey results indicate that the soil conditions for melon cultivation in this village are relatively infertile, primarily due to farmers relying solely on chemical fertilizers, particularly NPK (Phonska). The exclusive and excessive use of inorganic fertilizers in melon cultivation can lead to a series of negative impacts, especially in the long term, including soil degradation and reduced sustainability of agricultural production. In addition, melon plants in the study area are frequently affected by various pests and diseases, such as thrips infestation, anthracnose disease, fruit rot, and the production of undersized fruits. The long term impacts of chemical fertilizer use on melon cultivation land need to be thoroughly understood through research that analyzes soil chemical properties and sustainable soil management strategies. This study aims to determine the level of nutrient availability by examining key parameters such as soil pH, organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), available phosphorus (P-available), exchangeable potassium (K-exchangeable), and cation exchange capacity (CEC). The results of this analysis are expected to serve as a scientific basis for developing recommendations on more sustainable agricultural practices, such as integrating chemical fertilizers with organic amendments or implementing balanced fertilization, in order to maintain soil fertility and ensure the long-term sustainability of melon production. This study employed a survey method with descriptive analysis, which included soil sampling, laboratory analysis, and data processing of field observations. Soil samples were collected based on parameters aligned with the research objectives, namely to assess soil chemical properties and nutrient availability status. The findings are expected to provide essential data and considerations for managing melon cultivation land more effectively, thereby achieving optimal and sustainable production outcomes. Based on the results of soil chemical property analysis, it can be concluded that the nutrient content of the soil is generally very low. Organic carbon (C-organic) levels ranged from 0.28% - 0.72%, while total nitrogen (N-total) ranged from 0.05% - 0.15%, both categorized as very low. Available phosphorus (P-available) ranged from 0.70 - 3.00%, and exchangeable potassium (K-exchangeable) ranged from 0.08 - 0.19, both also classified as very low. Meanwhile, the cation exchange capacity (CEC) ranged from 10.40 - 13.60, which falls into the low category. Soil pH in the study area ranged from acidic to slightly acidic and neutral. Therefore, it is necessary to implement sustainable soil management practices to maintain nutrient balance and restore land productivity for future agricultural use.
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN PENGENDALIAN GANGGUAN KEBERLANGSUNGAN USAHATANI MELON (CUCUMIS MELO L.) (STUDI KASUS : DI KEBUN MELON AGROWISATA DESA LAM MAYANG, KECAMATAN PEUKAN BADA) (Shabira Nur Annisa, 2025)
KAJIAN PRODUKTIVITAS DAN KEUNTUNGAN USAHA BUDIDAYA TAMBAK DI DESA LAMTEUNGOH KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR PASCA TSUNAMI (Natasia Arieawan.SND, 2021)
ANALISIS PEMASARAN BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA) DI DESA LAM MANYANG KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR (Nurida Arafah, 2017)
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK BEBERAPA TANAMAN HORTIKULTURA PASCA TSUNAMI DI DESA LAMLUMPURNKECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR (Agus Nusfah Risnanda, 2024)
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI BAWANG MERAH DI DESA LAM MANYANG KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR (Muhammad Rijal , 2016)