Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN SMA DI KECAMATAN TAPAK TUAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEMANDIRIAN MELALUI RNKURIKULUM MERDEKA
Pengarang
Fitrian Maudika - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Yusrijal Abdar - 199203202021021101 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2006101010047
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat kemandirian siswa yang berdampak pada rendahnya motivasi belajar, kurangnya kontrol terhadap proses pembelajaran, serta meningkatnya kerentanan terhadap pengaruh negatif. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Tapak Tuan dalam membentuk karakter kemandirian siswa melalui Kurikulum Merdeka, 2) Untuk mendiskripsikan dan menganalisis faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter kemandirian melalui kurikulum merdeka di Sekolah Menengah Atas (SMA) Kecamatan Tapak Tuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) SMA di Kecamatan Tapak Tuan telah berupaya mengintegrasikan nilai-nilai kemandirian dalam proses pembelajaran melalui berbagai program dan kegiatan berbasis Kurikulum Merdeka 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter kemandirian meliputi dukungan lingkungan sekolah, peran guru, keterlibatan orang tua, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Kesimpulan 1) Sekolah berperan penting dalam membentuk karakter kemandirian siswa melalui Kurikulum Merdeka yang fleksibel dan berpusat pada siswa. 2) Pembentukan karakter kemandirian siswa dalam Kurikulum Merdeka dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Penelitian ini menyarankan 1) Peran sekolah perlu diwujudkan dengan memastikan bahwa kegiatan P5 benar-benar diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian siswa, bukan sekadar formalitas atau rutinitas. 2) Sekolah, sebagai faktor penting, bersama pemerintah perlu meningkatkan pelatihan serta sosialisasi Kurikulum Merdeka secara berkelanjutan agar guru lebih memahami konsep, implementasi, dan penilaian yang sesuai dengan tujuan pembentukan karakter kemandirian siswa. 3) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti secara lebih luas dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan variabel lain.
This research is motivated by the low level of student independence, in emotional, behavioral, and value aspects, which impacts learning motivation, self-regulation in learning, and increases vulnerability to negative influences. This study aims to: (1) describe and analyze the role of Senior High Schools (SMA) in Tapak Tuan District in shaping students' independence character through the Merdeka Curriculum, and (2) describe and analyze the factors influencing the development of students' independence character within the Merdeka Curriculum at Senior High Schools in Tapak Tuan District. This research adopts a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, and documentation. The research subjects consist of 12 informants. The results show that: (1) Senior High Schools in Tapak Tuan District have made efforts to integrate values of independence into the learning process through various Merdeka Curriculum-based programs and activities, such as the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) and problem-based learning. (2) Factors influencing the development of students’ independence character include school environment support, the role of teachers, parental involvement, and the availability of facilities and infrastructure. Conclusions: (1) Schools play a significant role in shaping students’ independence character through the flexible and student-centered Merdeka Curriculum. (2) The development of students’ independence character is influenced by both internal and external factors. This study recommends: (1) Schools should ensure that P5 activities are truly aimed at fostering students’ independence, rather than serving as mere formality or routine. (2) Schools, in collaboration with the government, should enhance ongoing training and socialization of the Merdeka Curriculum so that teachers gain a deeper understanding of its concepts, implementation, and assessment, in line with the goal of fostering student independence. (3) Future researchers are encouraged to conduct broader studies by involving more schools and additional variables.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KEPUASAN KERJA DENGAN AFEK POSITIF DAN AFEK NEGATIF SEBAGAI PEMEDIASI PADA GURU SD NEGERI DI KOTA TAPAK TUAN (Nindy Octavianti, 2018)
STRATEGI DINAS PARIWISATA ACEH SELATAN DALAM MEMPROMOSIKAN DESTINASI KREATIF ANJUNGAN TAPAK TUAN TAPA DALAM ANUGERAH PESONA INDONESIA 2021 (ZAID HUSAIN P, 2023)
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEMANDIRIAN ANAK DI TK NEGERI KUTAPANJANG RNGAYO LUES (MEGAWATI, 2024)
KARAKTER NASIONALISME MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA YANG MENGIKUTI KEGIATAN PERTUKARAN DALAM PROGRAM MBKM (Cut Maytia, 2023)
ANALISIS PENGARUH FENOMENA INDIAN OCEAN DIPOLE (IOD) TERHADAP CURAH HUJAN DI ACEH SELATAN (RATNA PERMATASARI, 2021)