PERAN GURU PPKN DALAM MENANAMKAN NILAI TOLERANSI BERGAMA PADA SISWA DI SMP BUDI DHARMA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN GURU PPKN DALAM MENANAMKAN NILAI TOLERANSI BERGAMA PADA SISWA DI SMP BUDI DHARMA BANDA ACEH


Pengarang

ANNISA RAHMI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Saiful - 197606142001121002 - Dosen Pembimbing I
Yusrijal Abdar - 199203202021021101 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101010006

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Annisa Rahmi (2025). Peran Guru PPKn dalam Menanamkan Nilai Toleransi Beragama pada Siswa di SMP Budi Dharma Banda Aceh.[Skripsi.Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr. Saiful, S.Pd., M.Si dan Yusrijal Abdar, S.Pd., M.H
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membentuk karakter siswa yang toleran terhadap perbedaan agama. Keberagaman agama di SMP Budi Dharma Banda Aceh, yang terdiri atas siswa beragama Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha, menuntut peran aktif guru dalam menanamkan nilai toleransi. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Untuk mendeskripsikan peran guru PPKn dalam menanamkan nilai toleransi beragama pada siswa di SMP Budi Dharma Banda Aceh, dan (2) Untuk mendeskripsikan dukungan dan hambatan Guru PPKn dalam menanamkan nilai toleransi bergama pada siswa di SMP Budi Dharma Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi satu Guru PPKn dan 10 siswa dengan latar belakang agama yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru PPKn menanamkan nilai toleransi beragama melalui praktik pembelajaran dan pengelolaan kelas yang bersifat kontekstual dan berorientasi pada pembiasaan sikap. Guru berperan sebagai educator, manager, leader, fasilitator, dan evaluator dengan menekankan keteladanan, interaksi sosial yang adil, serta pengawasan perilaku siswa dalam kehidupan sekolah sehari-hari. (2) Faktor meliputi kebijakan sekolah yang inklusif, budaya sekolah yang harmonis, keteladanan guru, dukungan kepala sekolah, serta tata tertib yang menegakkan etika dan saling menghormati. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya pelatihan formal guru terkait pendidikan multikultural, belum adanya program dialog lintas agama yang terstruktur, serta kecanggungan siswa dalam membahas isu keagamaan. Kesimpulannya: (1) Guru PPKn di SMP Budi Dharma Banda Aceh berperan aktif dalam menanamkan nilai toleransi beragama melalui pendekatan keteladanan, pembelajaran inklusif, dan pembiasaan sosial yang mencerminkan nilai Pancasila; (2) Keberhasilan tersebut diperkuat oleh faktor internal sekolah yang mendukung budaya inklusif, meskipun masih dihadapkan pada hambatan struktural dan sosial di luar sekolah. Saran penelitian ini meliputi: (1) Guru PPKn perlu mengembangkan metode pembelajaran kontekstual berbasis toleransi; (2) Sekolah diharapkan memperluas program lintas agama dan pelatihan multikultural; dan (3) Bagi peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti efektivitas penerapan pendidikan multikultural dalam pembelajaran PPKn.
Kata Kunci: Peran, Guru PPKn, Toleransi Beragama

Annisa Rahmi (2025). The Role of PPKn Teachers in Instilling Religious Tolerance Values in Students at SMP Budi Dharma Banda Aceh. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Saiful, S.Pd., M.Si and Yusrijal Abdar, S.Pd., M.H. This research is motivated by the importance of the role of Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teachers in shaping the character of students who are tolerant of religious differences. Religious diversity at SMP Budi Dharma Banda Aceh, which consists of students of Islam, Christianity, Catholicism, and Buddhism, demands an active role of teachers in instilling the value of tolerance. The objectives of this study are to (1) describe the role of PPKn teachers in instilling the value of religious tolerance in students at SMP Budi Dharma Banda Aceh, and (2) describe the support and obstacles of PPKn teachers in instilling the value of religious tolerance in students at SMP Budi Dharma Banda Aceh. This study uses a qualitative approach with a descriptive type, data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The research subjects include one PPKn teacher and 10 students with different religious backgrounds. The results of the study show that: (1) PPKn teachers instill the value of religious tolerance through contextual learning practices and classroom management that are oriented towards habituating attitudes. Teachers act as educators, managers, leaders, facilitators, and evaluators by emphasizing role models, fair social interactions, and monitoring student behavior in daily school life. (2) Factors include inclusive school policies, a harmonious school culture, teacher role models, principal support, and regulations that uphold ethics and mutual respect. Inhibiting factors include the lack of formal teacher training related to multicultural education, the absence of a structured interfaith dialogue program, and students' awkwardness in discussing religious issues. The conclusion is: (1) Civics teachers at Budi Dharma Junior High School, Banda Aceh play an active role in instilling the value of religious tolerance through an exemplary approach, inclusive learning, and social habits that reflect the values of Pancasila; (2) This success is strengthened by internal school factors that support an inclusive culture, although they are still faced with structural and social obstacles outside the school. Suggestions for this study include: (1) Civics teachers need to develop tolerance-based contextual learning methods; (2) Schools are expected to expand interfaith programs and multicultural training; and (3) For future researchers to be able to examine the effectiveness of implementing multicultural education in PPKn learning. Keywords: Role, PPKn Teachers, Religious Tolerance

Citation



    SERVICES DESK