PENGAMANAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN YANG BERSTATUS OVER KAPASITAS (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGAMANAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN YANG BERSTATUS OVER KAPASITAS (SUATU PENELITIAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BIREUEN)


Pengarang

Farhatun Nadiya - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ainal Hadi - 196810241993031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2203101010360

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

344.035

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak - Sistem pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bireuen dilaksanakan sebagai bagian integral dari sistem pemasyarakatan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022. Pengamanan di Lapas Kelas IIB Bireuen dilakukan melalui perpaduan antara pengawasan fisik dan keamanan dinamis. Meskipun memiliki keterbatasan personel, stabilitas tetap terjaga melalui pendekatan interpersonal yang humanis dan persuasive. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk menjelaskan pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bireuen dalam kondisi Overkapasitas. Untuk menjelaskan hambatan pengamanan akibat over kapasitas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bireuen.Untuk menjelaskan upaya untuk mengatasi hambatan pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bireuen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, dilakukan dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap responden dan informan serta pengumpulan data melalu studi kepustakaan dengan membaca literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah petugas dan penghuni tidak ideal, stabilitas keamanan di Lapas Kelas IIB Bireuen terjaga melalui pendekatan humanis dan hubungan kekeluargaan yang erat antara petugas dan WBP. Efektivitas pengamanan didukung oleh rutinitas harian seperti senam pagi dan bimbingan keagamaan sebagai instrument persuasive untuk menekan stress penghuni. Namun, kendala structural tetap menjadi hambatan utama, terutama minimnya kamera CCTV, fasilitas teknologi keamanan seperti alat pemindai (X-Ray) yang memaksa petugas melakukan pemeriksaan barang secara manual dengan risiko tinggi. Terbatasnya program pembinaan dan penempatan narapidana tidak sesuai klasifikasinya.

Abstract - The security system at the Class IIB Bireuen Correctional Institution operates as an integral part of the correctional system pursuant to Law Number 22 of 2022 concerning Corrections. Security at the Class IIB Bireuen Correctional Institution is implemented through a combination of physical supervision and dynamic security measures. Despite personnel limitations, institutional stability is maintained through a humane and persuasive interpersonal approach. This research aims to examine the security management at the Class IIB Bireuen Correctional Institution under conditions of overcapacity, to analyze the security challenges arising from overcapacity; and to identify efforts undertaken to overcome such challenges. The research employs an empirical legal research method, conducted through data collection by means of interviews with respondents and informants, as well as library research through the review of relevant legal literature. The findings indicate that although the number of officers and inmates is not ideal, security stability at the Class IIB Bireuen Correctional Institution is maintained through a humane approach and close familial relationships between officers and inmates (Warga Binaan Pemasyarakatan). The effectiveness of security measures is further supported by daily routines such as morning exercise and religious guidance programs, which function as persuasive instruments to reduce inmate stress levels. Nevertheless, structural constraints remain significant obstacles, particularly the limited number of CCTV cameras and the lack of technological security facilities such as X-ray scanners, which compel officers to conduct manual inspections with heightened risk. Additionally, limited rehabilitation programs and the improper classification-based placement of inmates present further challenges.

Citation



    SERVICES DESK