MAKNA EKOFILOSOFI PADA MOTIF KAIN KERAWANG GAYO (STUDI TENTANG SIMBOLISME LINGKUNGAN DALAMRNBUDAYA MASYARAKAT) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MAKNA EKOFILOSOFI PADA MOTIF KAIN KERAWANG GAYO (STUDI TENTANG SIMBOLISME LINGKUNGAN DALAMRNBUDAYA MASYARAKAT)


Pengarang

Alowy Tuah Bahgie - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Rusli Yusuf - 195702101985031004 - Dosen Pembimbing I
Maimun - 198104202010121003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106101010028

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Alowy Tuah Bahgie (2025). Makna Ekofilosofi Pada Motif Kain Kerawang Gayo (Studi Tentang Simbolisme Lingkungan Dalam Budaya Masyarakat).[Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd dan Maimun, S.Pd., MA.

Kain kerawang gayo merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Gayo yang
tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga sarat akan makna filosofis yang
mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam. Penelitian ini
bertujuan; 1) Untuk mengetahui makna filosofi yang terdapat pada motif
kerawang gayo. 2) Untuk mengetahui nilai-nilai ekologi yang terdapat dalam
motif kain Kerawang Gayo. 3) Untuk mengetahui eksistansi nilai ekologi dalam
kehidupan masyarakat Gayo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan bebesen,
Kabupaten aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif
dan jenis penelitian etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara mendalam dan dokumentasi dengan 20 informan yang berada di
Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, 5 Tokoh Adat, 5 Pengerajin, 8
Masyarakat setempat dan 2 Akademisi, selanjutnya dianalisis dengan tiga tahapan
yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan upaya. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa, 1) Makna filosofis dalam motif Kerawang Gayo
mencerminkan prinsip hidup masyarakat Gayo, seperti kebersamaan, gotong
royong, tanggung jawab sosial, serta keseimbangan dengan alam dan Tuhan.
Nilai-nilai tersebut diwariskan secara turun-temurun melalui pendidikan
nonformal di keluarga, komunitas, dan lembaga pendidikan. 2) Nilai motif
Kerawang Gayo tercermin melalui simbol alam dan warna yang melambangkan
keharmonisan manusia dengan lingkungan serta menegaskan pentingnya menjaga
keseimbangan alam sebagai sumber kehidupan. 3) Eksistensi nilai ekologi dalam
kehidupan masyarakat Gayo tetap terjaga melalui simbolisme budaya, perilaku
sosial, dan kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan alam, meskipun
modernisasi menghadirkan tantangan terhadap pelestariannya. Dengan demikian
penelitian menunjukkan bahwa motif Kerawang Gayo mengandung makna
filosofis dan ekologi yang mencerminkan kebersamaan, tanggung jawab sosial,
serta keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan, yang tetap terjaga
dalam kehidupan masyarakat meskipun menghadapi tantangan modernisasi. Oleh
karena itu, masyarakat Gayo diharapkan terus melestarikan nilai-nilai ekologis
kain Kerawang Gayo melalui budaya dan pendidikan. Generasi muda perlu
memahami makna filosofisnya sebagai identitas budaya, sementara pemerintah
dan lembaga pendidikan diharapkan dapat mengintegrasikannya dalam
pembelajaran guna menumbuhkan kesadaran ekologis dan kecintaan terhadap
budaya lokal.

Kata Kunci: Kerawang Gayo, Ekofilosofi, , Makna Filosofis, Nilai Ekologi, Budaya Masyarakat Gayo.

Alowy Tuah Bahgie (2025). The Ecophilosophical Meaning of Gayo Kerawang Cloth Motifs (A Study of Environmental Symbolism in Community Culture). [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Prof. Dr. Rusli Yusuf, M.Pd. and Maimun, S.Pd., MA. Gayo openwork cloth is one of the cultural heritages of the Gayo people which not only has aesthetic value, but is also full of philosophical meaning that reflects the harmonious relationship between humans and nature. This study aims; 1) To find out the philosophical meaning contained in the Gayo openwork motif. 2) To find out the ecological values contained in the Gayo openwork cloth motif. 3) To find out the existence of ecological values in the life of the Gayo people. This research was conducted in Bebesen District, Central Aceh Regency. This research uses qualitative research methods and ethnographic research types. Data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation with 20 informants in Bebesen District, Central Aceh Regency, 5 Traditional Leaders, 5 Craftsmen, 8 Local Communities and 2 Academics, then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study show that, 1) The philosophical meaning in the Gayo openwork motif reflects the principles of life of the Gayo people, such as togetherness, mutual cooperation, social responsibility, and balance with nature and God. These values are passed down through generations through non-formal education in families, communities, and educational institutions. 2) The value of the Kerawang Gayo motif is reflected through natural symbols and colors that symbolize the harmony of humans with the environment and emphasize the importance of maintaining the balance of nature as a source of life. 3) The existence of ecological values in the lives of the Gayo people is maintained through cultural symbolism, social behavior, and collective awareness to maintain the balance of nature, even though modernization presents challenges to its preservation. Thus, the study shows that the Kerawang Gayo motif contains philosophical and ecological meanings that reflect togetherness, social responsibility, and the harmony of human relations with nature and God, which are maintained in community life despite facing the challenges of modernization. Therefore, the Gayo people are expected to continue to preserve the ecological values of Kerawang Gayo cloth through culture and education. The younger generation needs to understand its philosophical meaning as a cultural identity, while the government and educational institutions are expected to integrate it into learning to foster ecological awareness and love for local culture. Keywords: Gayo Kerawang, Ecophilosophy, Philosophical Meaning, Ecological Values, Gayo Community Culture

Citation



    SERVICES DESK