Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
STRATEGI MANAJEMEN KONFLIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN TRUMON TIMUR ACEH SELATAN
Pengarang
Kamaluddin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Bahrun - 195908241987021001 - Dosen Pembimbing I
Suparta Rasyid - 198907102024051001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2409200050033
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
371.2
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kinerja guru merupakan pilar utama dalam menentukan mutu pendidikan di sekolah, namun dinamika organisasi yang kompleks sering memicu konflik internal yang berpotensi menghambat kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen konflik kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya kedisiplinan guru, kurangnya keterbukaan komunikasi antara kepala sekolah dan guru, serta belum optimalnya profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta tenaga administrasi di SMPN 2 Trumon Timur dan SMPN 3 Trumon Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi manajemen konflik dengan pendekatan partisipatif dan komunikatif, yang menekankan musyawarah, keterbukaan, dan pembagian tugas yang adil. Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator, mediator, dan motivator dalam menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Faktor pendukung utama strategi ini meliputi komunikasi yang efektif, pengendalian diri, dan rasa saling menghargai antarwarga sekolah. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan karakter, kurangnya pemahaman terhadap tujuan program, serta keterbatasan waktu dalam koordinasi. Penerapan strategi manajemen konflik yang tepat terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kinerja guru, ditandai dengan meningkatnya kedisiplinan, partisipasi aktif dalam program sekolah, dan terciptanya suasana kerja yang kondusif. Dengan demikian, manajemen konflik yang dikelola secara profesional oleh kepala sekolah tidak hanya mampu meredam potensi perbedaan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis dalam penguatan kualitas pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan kepemimpinan dan komunikasi interpersonal bagi kepala sekolah guna mendukung keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah.
Kata Kunci: Manajemen Konflik, Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru, Pendidikan
Teacher performance is a central pillar in determining educational quality in schools; however, complex organizational dynamics often generate internal conflicts that may hinder optimal performance. This study aims to analyze principals’ conflict management strategies in improving teacher performance in state junior high schools (SMPN) in Trumon Timur Subdistrict, Aceh Selatan Regency. The main issues identified include low teacher discipline, limited communication openness between principals and teachers, and suboptimal professionalism in the execution of duties. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and document analysis involving principals, teachers, and administrative staff at SMPN 2 Trumon Timur and SMPN 3 Trumon Timur. The findings indicate that principals implemented conflict management strategies through participatory and communicative approaches that emphasized deliberation, transparency, and equitable task distribution. Principals served as facilitators, mediators, and motivators to foster a harmonious and productive work environment. Key supporting factors included effective communication, self-regulation, and mutual respect among school members. In contrast, inhibiting factors comprised differences in individual characteristics, limited understanding of program objectives, and time constraints in coordination. The application of appropriate conflict management strategies was shown to improve teacher performance, as reflected in increased discipline, active participation in school programs, and a more conducive work climate. Accordingly, professionally managed conflict by school principals not only mitigates potential disagreements but also serves as a strategic instrument for strengthening educational quality. This study emphasizes the importance of leadership and interpersonal communication training for principals to sustain educational quality improvement at the secondary school level. Keywords: Conflict management, school principal leadership, teacher performance, education
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KOMUNIKASI KEPALA SEKOLAH DALAM RANGKA MENINGKATKAN KINERJA GURU SD NEGERI 21 BANDA ACEH (Herdiana, 2021)
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA MTSN RNKOTA LHOKSEUMAWE (Siti Aminah, 2014)
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEDISIPLINAN GURU DI SMPN 3 TRUMON DAN SMPN 4 TRUMON TIMUR KABUPATEN ACEH SELATAN (Syamsul Arifin, 2026)
PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI, IKLIM ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KEPUASAN KERJA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KOTA BANDA ACEH (IBNU SALDA, 2019)
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI FATIH BILINGUAL SCHOOL BANDA ACEH (Hasan Yilmaz, 2025)