Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN SISTEM ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT (ETLE) DALAM MENGURANGI PELANGGARAN LALU LINTAS PADA KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
ZAKIUL IMAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Aldisa Melissa, S.H., M.H. - 199107152022032015 - Dosen Pembimbing I
Sophia Listriani - 198302222006042002 - Penguji
Mahfud - 198004152005011003 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2203101010144
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
345.024 7
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pasal 272 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) mengatur bahwa peralatan elektronik dapat digunakan untuk mendukung penindakan pelanggaran LLAJ. Pasal a quo menjadi dasar diberlakukannya ETLE berupa kamera yang dapat mendeteksi secara otomatis berbagai jenis pelanggaran lalu lintas. Penerapan ETLE di Kota Banda Aceh berdasarkan fakta dilapangan ditemukan angka pelanggaran lalu lintas yang masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan sistem ETLE terhadap pelanggaran lalu lintas yang sudah berjalan di wilayah hukum Kota Banda Aceh, faktor-faktor yang menjadi hambatan saat diberlakukannya sistem ETLE di Kota Banda Aceh, dan upaya Ditlantas Polda Aceh mengatasi faktor-faktor yang menjadi hambatan dari diberlakukanya sistem ETLE di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis-empiris. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh dari penelitian lapangan melalui wawancara secara langsung dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem ETLE di Kota Banda Aceh memberikan dampak positif baik dari segi penegakan hukum maupun peningkatan pelayanan publik, namun terdapat beberapa hambatan. Adapun yang menjadi hambatannya yaitu kekurangan anggaran, potret pelanggaran kurang jernih saat hujan, angin kencang dan saat gangguan jaringan, budaya kesadaran hukum masyarakat dan pemalsuan TNKB. Penerapan ETLE juga dinilai masih terdapat permasalahan diantaranya sosialisasi yang belum komprehensif, mekanisme pembayaran denda ETLE dan sistem Data ERI yang masih bermasalah. Upaya yang dilakukan oleh Ditlantas Polda Aceh yaitu efesiensi internal dan pengajuan proposal tambahan anggaran, pembaharuan kamera yang stabil dan memperbaiki gangguan jaringan yang terjadi, melaksanakan program pendidikan masyarakat, dan melakukan pencatatan khusus bagi pelanggar yang menggunakan TNKB palsu. Disarankan untuk dilakukan sosialisasi berkaitan dengan ETLE secara masif kepada masyarakat Kota Banda Aceh, menindak setiap pelanggaran yang terjadi guna menjamin kepastian hukum, menerbitkan aturan yang jelas terkait pertanggungjawaban pidana atas pelanggaran yang dilakukan oleh bukan pemilik kendaraan. Bagi masyarakat diharapkan untuk mematuhi aturan berlalu lintas.
Article 272 paragraph (1) of Law Number 22 of 2009 concerning Road Traffic and Transportation (UULLAJ) stipulates that electronic equipment may be used to support the enforcement of traffic violations. This article serves as the basis for implementing ETLE through cameras that automatically detect various types of traffic violations. The implementation of ETLE in the city of Banda Aceh is based on the high number of traffic violations. This study aims to explain the implementation of the ETLE system for traffic violations that has been in place in the jurisdiction of Banda Aceh City, the factors that have hindered the implementation of the ETLE system in Banda Aceh City, and the efforts of the Aceh Regional Police Traffic Directorate to overcome the factors that have hindered the implementation of the ETLE system in Banda Aceh City. This study uses a juridical-empirical research method. The data used consists of primary data from field research through direct interviews and secondary data from literature reviews. The study results show that implementing the ETLE system in Banda Aceh City has had a positive impact on law enforcement and public services, but several obstacles remain. The obstacles include budget constraints, unclear images of violations during rain, strong winds, and network disruptions, the community's legal awareness culture, and vehicle registration number plate (TNKB) forgery. The implementation of ETLE is also considered
URGENSI DAN EFEKTIVITAS PENEGAKAN PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PELANGGARAN LALU LINTAS DENGAN SISTEM TILANG ELEKTRONIK DI WILAYAH KOTA BANDA ACEH (Taqwallah, 2023)
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS TITIK LOKASI KAMERA AUTOMATIC NUMBER PLATE RECOGNITION (ANPR) ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT (ETLE) DI KOTA BANDA ACEH (PUTRI ISNA MULIYANI .AR, 2023)
PENEGAKAN HUKUM LALU LINTAS MELALUI SISTEM TILANG ELEKTRONIK (SUATU PENELITIAN DI DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA ACEH) (DARIN ZALFA ALYA, 2025)
PENERAPAN SISTEM ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT (ETLE) DALAM MENGURANGI PELANGGARAN LALU LINTAS PADA KENDARAAN BERMOTOR DI KOTA BANDA ACEH (ZAKIUL IMAR, 2026)
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECELAKAAN LALU LINTAS DI PROVINSI ACEH (INDAH MUKTHADILA, 2018)