Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MANAJEMEN PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM PENATAAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG PASAR AL-MAHIRA PASCA RELOKASI
Pengarang
MUHAMMAD TAUFIQ - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1910104010034
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
320.6
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperbaiki tata ruang kota sekaligus meningkatkan kapasitas pasar tradisional sebagai ruang ekonomi masyarakat. Meskipun relokasi telah dilaksanakan sejak 2020, dinamika yang muncul pasca pemindahan menunjukkan bahwa pengelolaan pasar masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari penurunan pendapatan pedagang, keterbatasan fasilitas pendukung, hingga belum optimalnya penataan ruang aktivitas perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam penataan dan pembinaan pedagang Pasar Al-Mahira dengan menggunakan pendekatan fungsi manajemen Henry Fayol yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi, dan pengendalian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengelola UPTD BLUD Pasar, petugas lapangan, pedagang dari berbagai komoditas, serta masyarakat pengguna pasar. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah melakukan upaya perencanaan revitalisasi fasilitas, pembagian tugas yang cukup jelas, serta penyampaian arahan melalui briefing rutin dan pemantauan langsung di lapangan. Koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keteraturan pasar. Namun, pelaksanaan manajemen masih belum berjalan maksimal. Hal ini terlihat dari masih lemahnya pengawasan, ketidakteraturan pedagang yang berjualan di luar bangunan utama, persoalan drainase, serta aksesibilitas pasar yang belum mendukung aktivitas ekonomi secara optimal. Dapat disimpulkan bahwa dalam mengelola pasar Al-Mahira masih memiliki hambatan dan kendala. Serta perlunya pembinaan berkelanjutan ke pedagang agar meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha. Adapun saran yang dapat dikembangkan oleh Pemerintah Kota untuk meningkatkan alokasi anggaran bagi UPTD BLUD Pasar Al-Mahira guna memperbaiki fasilitas umum seperti drainase, area parkir, dan sistem kebersihan, serta mendukung kegiatan pembinaan pedagang.
Kata kunci: manajemen, penataan, pembinaan pedagang, relokasi
The Banda Aceh City Government's policy of improving urban spatial planning while simultaneously increasing the capacity of traditional markets as economic spaces for the community. Although the relocation has been implemented since 2020, the dynamics that emerged after the relocation indicate that market management still faces several obstacles, ranging from declining vendor income, limited supporting facilities, to suboptimal spatial planning of trading activities. This study aims to examine the Banda Aceh City Government's management in organizing and fostering vendors at Al-Mahira Market using Henry Fayol's management function approach, which includes planning, organizing, directing, coordinating, and controlling. The study employed qualitative methods with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Research informants consisted of UPTD BLUD Market managers, field officers, traders of various commodities, and market users. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the government has made efforts to plan facility revitalization, a clear division of tasks, and the delivery of direction through regular briefings and direct monitoring in the field. Coordination with various parties is also carried out to maintain market comfort and order. However, management implementation is still not optimal. This is evident in the still-weak supervision, the irregularity of vendors selling outside the main building, drainage issues, and market accessibility that does not optimally support economic activity. It can be concluded that the management of the Al-Mahira market still faces obstacles and constraints. Furthermore, continuous guidance for vendors is needed to improve the welfare of business actors. Suggestions that can be developed by the City Government include increasing the budget allocation for the UPTD BLUD Al-Mahira Market to improve public facilities such as drainage, parking areas, and cleaning systems, as well as supporting vendor development activities. Keyword: management, market structuring, trader development, relocation
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB GAGALNYA IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG PASAR NEWTOWN LAMDOM OLEH PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH (DANDI RIZANTA LUBIS, 2025)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PASAR PEUNAYONG KE PASAR AL MAHIRAH LAMDINGIN KOTA BANDA ACEH (Nurlia, 2022)
ANALISIS TATA RUANG KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS RELOKASI PASAR SIMPANG TUJUH ULEE KARENG KE PASAR LAMGAPANG KOTA BANDA ACEH) (Savira, 2025)
ANALISIS KONDISI DAN TINDAKAN PEDAGANG KAKI LIMA SETELAH RELOKASI DARI LAPANGAN HIRAQ KE PASAR BUAH KOTA LHOKSEUMAWE (Muhammad Hafidz, 2024)
STRUKTURASI PASAR DAN PEDAGANG DI PASAR AL-MAHIRAH (HASNIATI, 2024)