EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PEMERINTAH DALAM PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PEMERINTAH DALAM PENANGANAN STUNTING DI KECAMATAN BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Nadiratul Ulfa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mukhrijal - 198810202017011101 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2010104010025

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

352.885

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau
tinggi badannya berada di bawah standar. Konsumsi zat nutrisi yang tidak mencukupi dianggap sebagai masalah ekologi yang tidak hanya karena kekurangan ketersediaan pangan dan zat gizi tertentu, tetapi juga dipengaruhi oleh kemiskinan, dan sanitasi lingkungan yang buruk ketidaktahuan gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana evaluasi pelaksanaan program pemerintah dalam penanganan stunting di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar dan untuk mengetahui faktor penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan program pemerintah dalam penanganan stunting di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan teori Evaluasi Program dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sektor kesehatan Puskesmas Baitussalam sudah melakukan beragam program dan upaya mengatasi stunting, seperti pemantauan kesehatan ibu dan anak, pemberian makanan tambahan, sosialisasi, serta pemberian nutrisi kepada ibu hamil. Akan tetapi, perlu peningkatan efektivitas program ini sebab masih ada keterbatasan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan pendapatan ekonomi keluarga. Dengan evaluasi ini, diharapkan pemerintah Kabupaten Aceh Besar mampu mengevaluasi beberapa aspek untuk meningkatkan efektivitas program penanganan stunting seperti mengidentifikasi kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan khususnya para Kader posyandu, dan memeriksa kelengkapan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Posyandu, dan alat ukur pertumbuhan balita, lalu Pemerintah perlu mengevaluasi bagaimana dana desa dialokasikan dan digunakan untuk program stunting. Dinas Kesehatan mampu merumuskan kebijakan yang efektif dan berbasis kebutuhan, yang tercermin dari peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan kesehatan, ketepatan sasaran intervensi gizi, serta percepatan penurunan prevalensi stunting secara terukur di Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar. Efektivitas kebijakan tersebut dapat dilihat dari pencapaian target program, optimalisasi pemanfaatan sumber daya, dan keberlanjutan upaya penanganan stunting melalui koordinasi lintas sektor dan monitoring yang berkelanjutan.

Kata Kunci: Evaluasi, Pelaksanaan Program, Stunting, Baitussalam, Aceh Besar



Stunting is a disorder of child growth and development resulting from chronic malnutrition and repeated infections, characterized by a length or height that falls below standard measurements. Inadequate nutrient intake is considered an ecological problem that arises not only from limited food availability and insufficient specific nutrients, but is also influenced by poverty, poor environmental sanitation, and a lack of nutritional knowledge. This study aims to examine the evaluation of the implementation of government programs in addressing stunting in Baitussalam District, Aceh Besar Regency, as well as to identify the inhibiting factors that affect the implementation of these government programs. The study employs Program Evaluation Theory and uses a qualitative method with a descriptive approach. The results indicate that the health sector, particularly the Baitussalam Community Health Center Puskesmas, has implemented various programs and efforts to address stunting, including maternal and child health monitoring, supplementary feeding programs, health education and socialization, and nutritional support for pregnant women. However, the effectiveness of these programs still needs to be improved due to limitations in infrastructure, human resources, and household economic conditions. Through this evaluation, it is expected that the Aceh Besar Regency Government will assess several aspects to enhance the effectiveness of stunting intervention programs, such as identifying training needs to improve the competence of health workers, particularly community health volunteers Posyandu cadres, and reviewing the adequacy of health facilities, including Puskesmas, Posyandu, and child growth measurement equipment. In addition, the government needs to evaluate how village funds are allocated and utilized for stunting-related programs. It is expected that the Health Office will be able to formulate effective and needs-based policies, as reflected in improvements in the quality and coverage of health services, the accuracy of targeted nutritional interventions, and the measurable acceleration of stunting prevalence reduction in Baitussalam District, Aceh Besar Regency. The effectiveness of these policies can be assessed through the achievement of program targets, the optimization of resource utilization, and the sustainability of stunting reduction efforts through cross sectoral coordination and continuous monitoring. Keywords : Program Implementation, Evaluation, Stunting Baitusalam, Aceh Besar

Citation



    SERVICES DESK