STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENGOPTIMALKAN PENERAPAN KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

STRATEGI PEMERINTAH KOTA BANDA ACEH DALAM MENGOPTIMALKAN PENERAPAN KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK


Pengarang

AULIYA RAMADANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Nofriadi - 198911032024211001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2110104010024

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

320

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Tingginya angka perokok di Kota Banda Aceh mendorong pemerintah daerah menetapkan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) melalui Qanun Kota Banda Aceh Nomor 5 Tahun 2016. Kebijakan ini bertujuan melindungi masyarakat dari paparan asap rokok dan menciptakan lingkungan yang sehat. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan sehingga penerapannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Pemerintah Kota Banda Aceh dalam mengoptimalkan penerapan kebijakan KTR serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Analisis dilakukan menggunakan teori strategi Geoff Mulgan dengan lima indikator, yaitu purpose (tujuan), environment (lingkungan), direction (pengarahan), action (tindakan), dan learning (pembelajaran). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan informan dari Dinas Kesehatan, Satpol PP dan WH, akademisi, LSM, serta masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pemerintah telah memiliki dasar hukum dan struktur kelembagaan yang jelas, penerapan KTR masih belum berjalan optimal. Hambatan utama meliputi sosialisasi yang belum merata, lemahnya koordinasi antarinstansi akibat keterbatasan sumber daya dan anggaran, budaya merokok yang telah mengakar, serta penegakan hukum yang masih bersifat persuasif. Evaluasi memang dilakukan secara rutin, tetapi masih terbatas pada aspek teknis dan belum melibatkan partisipasi masyarakat secara luas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan indikator capaian kebijakan, sosialisasi yang lebih intensif, penegakan aturan yang lebih tegas, serta evaluasi partisipatif yang berkelanjutan. Dengan langkah-langkah tersebut, penerapan KTR di Kota Banda Aceh diharapkan lebih efektif, konsisten, dan berkesinambungan demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan bebas asap rokok.

Kata Kunci: Strategi, Kawasan Tanpa Rokok, Implementasi Kebijakan, Pemerintah Kota Banda Aceh

ABSTRACT The high prevalence of smokers in Banda Aceh has encouraged the local government to establish the No-Smoking Area (Kawasan Tanpa Rokok/KTR) Policy through Qanun Kota Banda Aceh Number 5 of 2016. This policy aims to protect the public from exposure to cigarette smoke and to create a healthier environment. However, its implementation still faces various obstacles, resulting in suboptimal outcomes. This study aims to analyze the Banda Aceh City Government’s strategy in optimizing the implementation of the KTR policy and to identify the obstacles encountered. The analysis applies Geoff Mulgan’s strategy theory, which consists of five indicators: purpose (tujuan), environment (lingkungan), direction (pengarahan), action (tindakan), and learning (pembelajaran). This research employs a qualitative descriptive approach using interviews, observations, and documentation, involving informants from the Health Office, Satpol PP and WH, academics, NGOs, and the community. The findings reveal that although the government has established a clear legal foundation and institutional structure, the implementation of KTR has not yet been optimal. The main obstacles include uneven socialization due to budget limitations, weak inter-agency coordination, the entrenched smoking culture in society, and law enforcement that remains largely persuasive. Although regular evaluations are conducted, they are still technical in nature and have not yet fully involved community participation. Therefore, strengthening policy performance indicators, conducting more intensive and widespread socialization, enforcing stricter sanctions for violations, and implementing participatory evaluations are necessary. With these measures, the implementation of the KTR policy in Banda Aceh is expected to become more effective, consistent, and sustainable in realizing a healthier and smoke-free environment. Keywords: Strategy, No-Smoking Area, Policy Implementation, Banda Aceh Government

Citation



    SERVICES DESK