Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
MANAJEMEN PERAN SERTA MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN SATU ATAP DAERAH TERLUAR, TERTINGGAL DAN TERDEPAN KABUPATEN SIMEULUE
Pengarang
Safii - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
2409200050055
Fakultas & Prodi
Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pasca Sarjana., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sekolah satu atap di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) Kabupaten Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, menguraikan, dan menganalisis kontribusi masyarakat serta faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaan program sekolah satu atap di wilayah 3T Simeulue, dalam upaya meningkatkan mutu dan akses pendidikan. Pendekatan yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian mencakup SDN dan SMP di Pulau Siumat serta Pulau Teupah, Kabupaten Simeulue. Sebanyak lima informan terlibat, yaitu kepala desa, kepala sekolah, tokoh adat, komite sekolah, dan orang tua/wali murid. Penelitian ini berlangsung selama empat bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Memaksimalkan kontribusi masyarakat dalam bentuk peran pengelolaan, sosialisasi untuk pengembangan pendidikan di wilayah 3T Simeulue; (2) Integrasi Pemberdayaan kearifan lokal (Local Wisdom) dengan satuan pendidikan (3) Peningkatan kapasitas Komite sekolah di satuan pendidikan 4) Kolaborasi antar pihak (stake holder) terkait perkembangan pendidikan (5) Dukungan proses belajar dan mengajar dari orang tua/wali (6) pendekatan kegiataan gotong royong di satuan pendidikan bersama masyarakat. Temuan penelitian menyimpulkan bahwaiPeran serta masyarakat yang maksimal di wilayah 3T kabupaten simeulue dapat berdampakspada peningkatan mutu pendidikan, diperlukan kebijakan, integrasi dari pemerintahsdaerahsdalams penguatans peran sertasmasyarakatsdi daerah 3T serta sekolahsharus lebih terbuka melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam peningkatan program satuan pendidikan.s
Kata Kunci: Manajemen, peran serta masyarakat, daerah terdepan, Terluar, tertinggal (3T), Simeulue.e
The primary issue addressed in this study is the limited community involvement in the management of one-roof educational institutions located in outermost, underdeveloped, and frontier (3T) areas of Simeulue Regency. This study aims to explore, describe, and analyze community contributions as well as the supporting and inhibiting factors affecting the implementation of one-roof school programs in 3T areas, to improve educational quality and access. A qualitative descriptive approach was employed, using data collection techniques that included passive participant observation, semi-structured interviews, and document analysis. The research sites comprised elementary and junior high schools on Siumat and Teupah Islands, Simeulue Regency. Five key informants participated in the study, including village heads, school principals, traditional leaders, teachers, and parents/guardians. The study was conducted over four months. The findings indicate that: (1) maximizing community contributions through participatory management and educational socialization activities plays a significant role in strengthening education in 3T areas of Simeulue; (2) empowerment of local wisdom serves as a strategic foundation for strengthening educational units; (3) strengthening the capacity of school committees functions as an evaluative mechanism for community participation; (4) collaboration among relevant stakeholders supports educational development; (5) parental support contributes positively to teaching and learning processes; and (6) increased community-based cooperation activities enhance school development. The study concludes that strong community participation in 3T areas of Simeulue Regency significantly improves educational quality. Therefore, policy support and integration from local government are essential to strengthening community involvement, and schools must be more open in engaging diverse community stakeholders to enhance the effectiveness of educational programs. Keywords: Management, community participation, outermost-underdeveloped- frontier (3T) areas, Simeulue.
ANALISIS HAMBATAN DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI DAERAH TERTINGGAL TERDEPAN DAN TERLUAR (SUATU PENELITIAN DI KABUPATEN SIMEULUE) (Rosi Nita Sari, 2026)
KLASIFIKASI STATUS DAERAH KABUPATEN/KOTA TERTINGGAL DI INDONESIA MENGGUNAKAN SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM) (LIA MAULIANI, 2024)
PERBANDINGAN PERFORMA KLASIFIKASI STATUS DAERAH KABUPATEN/KOTA TERTINGGAL DI INDONESIA MENGGUNAKAN METODE EXTREME GRADIENT BOOSTING DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (SHOFIA TURSINA, 2025)
PENGARUH PARTISIPASI PENYUSUNAN ANGGARAN DAN PERAN MANAJERIAL PENGELOLA KEUANGAN DAERAH TERHADAP KINERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH (SKPD) KABUPATEN SIMEULUE (MUHAMMAD JONI, 2014)
DETERMINAN KEMISKINAN DAERAH PROVINSI 3T DI INDONESIA (ARINIL JANNAH, 2025)