PENGEMBANGAN SOAL LITERASI MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA SMP DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGEMBANGAN SOAL LITERASI MEMBACA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS KURIKULUM MERDEKA SMP DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Asriyuna - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Alamsyah - 196606061992031005 - Dosen Pembimbing I
Siti Sarah Fitriani - 198108242008122001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2106202010005

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Indonesia (S2) / PDDIKTI : 88101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2026

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rendahnya hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) murid, khususnya kompetensi literasi merupakan fenomena yang harus diatasi. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan murid dalam menjawab soal literasi adalah dengan mengembangkan soal literasi membaca dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebutuhan, pengembangan, serta pelaksanaan dan penilaian soal literasi membaca. Penelitian ini merupakan penelitian research and development (R&D) dengan subjek siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) wawancara pada analisis kebutuhan (2) pengembangan soal dan validasi pakar (3) pelaksanaan dan penilaian. Untuk menguji kelayakan soal digunakan rumus analisis butir soal sesuai bentuknya. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa (1) Murid membutuhkan butir soal literasi membaca yang disajikan dalam berbagai bentuk soal agar mampu mengakomodasi perbedaan karakteristik dan kemampuan berpikir mereka. Selain itu, keberadaan teks bacaan yang bermakna dan kontekstual dinilai penting untuk membantu murid memahami isi bacaan secara lebih mendalam. Kebutuhan ini menunjukkan bahwa soal literasi membaca tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang mendukung penguatan kemampuan literasi. (2) Butir soal literasi membaca yang dikembangkan dalam penelitian ini dinyatakan layak untuk diuji coba berdasarkan hasil validasi oleh para pakar. Penilaian tersebut mencakup aspek kesesuaian isi, konstruksi, dan kebahasaan, yang menunjukkan bahwa butir soal telah memenuhi kriteria instrumen penilaian yang baik. Dengan demikian, butir soal dapat digunakan pada tahap pelaksanaan dan penilaian untuk memperoleh data empiris mengenai kualitasnya. (3) Pelaksanaan dan penilaian menunjukkan bahwa butir soal yang dikembangkan memiliki karakteristik empiris yang memadai untuk digunakan dalam penilaian literasi membaca. Analisis butir soal memperlihatkan bahwa tingkat kesukaran dan daya pembeda berada pada kategori baik hingga sangat baik. Hasil penilaian menunjukkan sebagian besar murid berada pada kategori kurang (47,83%), diikuti cukup (26,09%), sedangkan kategori baik dan sangat baik masing-masing 13,04%. Hasil ini menunjukkan instrumen mampu membedakan kemampuan literasi murid secara jelas. Temuan ini mengindikasikan bahwa butir soal layak digunakan sebagai instrumen penilaian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka. Guru dapat menggunakan butir soal yang dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan murid dalam menjawab soal literasi.

The low achievement of students in the Minimum Competency Assessment (AKM), particularly in literacy competence, is a phenomenon that requires serious attention. One effort that Indonesian language teachers can undertake to improve students’ ability to respond to literacy-based questions is the development of reading literacy items within Indonesian language instruction aligned with the Merdeka Curriculum. This study aimed to examine the needs analysis, development, implementation, and assessment of reading literacy test items. The research employed a research and development (R&D) design with eighth-grade students of SMP Negeri 13 Banda Aceh as the research subjects. Data were collected through (1) interviews for needs analysis, (2) item development and expert validation, and (3) implementation and assessment. The feasibility of the items was examined using item analysis formulas appropriate to each test format. The findings revealed that: (1) students require reading literacy items presented in various test formats to accommodate differences in learning characteristics and levels of cognitive ability, and the inclusion of meaningful and contextual texts is essential to support deeper comprehension; this indicates that reading literacy items function not only as evaluation tools but also as learning resources that strengthen literacy skills. (2) The reading literacy items developed in this study were deemed feasible for field testing based on expert validation, which covered content relevance, construction, and language aspects, indicating that the items met the criteria of a sound assessment instrument. (3) The implementation and assessment results showed that the developed items demonstrated adequate empirical characteristics for assessing reading literacy, with item difficulty and discrimination indices in the good to very good categories. The assessment results indicated that most students were in the low category (47.83%), followed by the moderate category (26.09%), while the good and very good categories each accounted for 13.04%, This results demonstrate that the instrument was able to clearly differentiate students’ literacy abilities. These findings suggest that the developed items are appropriate for use as assessment instruments in Indonesian language learning under the Merdeka Curriculum and can be utilized by teachers to enhance students’ ability to answer literacy-based questions.

Citation



    SERVICES DESK