Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ETNOBOTANI TUMBUHAN YANG DIGUNAKAN UNTUK UPACARARNADAT BERDASARKAN MARGA DI SUKU KARO PADA KAWASANRNTANGKAHAN, KABUPATEN LANGKAT,RNPROVINSI SUMATERA UTARA
Pengarang
DELLA MELVINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Dewi Andayani - 198304212015042003 - Dosen Pembimbing I
Djufri - 196311111989031001 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2106103010095
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Biologi., 2026
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity dengan tingkat
keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi, yaitu sekitar 30.000 spesies dari
400.000 spesies dunia. Kekayaan ini tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga
memiliki fungsi sosial dan budaya, terutama dalam upacara adat. Kajian etnobotani
penting dilakukan untuk memahami interaksi masyarakat dengan tumbuhan dalam
konteks tradisi dan pelestarian kearifan lokal. Penelitian ini dilaksanakan pada
masyarakat Suku Karo di Kawasan Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera
Utara, dengan tujuan mengidentifikasi spesies tumbuhan yang digunakan dalam
upacara adat berdasarkan marga serta memahami makna simbolisnya. Metode
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan observasi
langsung di lapangan; wawancara dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan
anggota masyarakat, dokumentasi lapangan serta identifikasi spesies tumbuhan
yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 spesies
tumbuhan dari 12 familia yang digunakan dalam upacara adat seperti pernikahan,
penyambutan bayi, kematian, peresmian rumah baru, dan pemberian marga. Empat
spesies utama yang selalu ada dalam upacara adat Suku Karo adalah sirih (Piper
betle), pinang (Areca catechu), gambir (Uncaria gambir), dan tembakau (Nicotiana
tabacum). Tumbuhan ini ditata dalam wadah Kampil dan dikunyah bersama sebagai
simbol penghormatan, persaudaraan, keteguhan, dan pengorbanan. Temuan ini
menegaskan bahwa pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat Karo tidak sekadar
memenuhi syarat adat, melainkan juga mencerminkan kearifan lokal dalam
menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas.
Kata kunci: Etnobotani, Kampil, Megabiodiversity, Suku Karo, Upacara Adat.
Indonesia is one of the world’s megabiodiversity countries, with a very high level of plant diversityaround 30,000 species out of the world’s 400,000 plant species. This richness is not only of ecological value but also holds social and cultural significance, especially in traditional ceremonies. Ethnobotanical studies are essential to understand the interactions between communities and plants within the context of tradition and the preservation of local wisdom. This research was conducted among the Karo ethnic community in the Tangkahan area, Langkat Regency, North Sumatra, with the aim of identifying plant species used in traditional ceremonies based on clan lineage and understanding their symbolic meanings. The study employed a descriptive qualitative approach through direct field observations, interviews with traditional leaders, community elders, and local residents, field documentation, and identification of plant species found. The results show that there are 14 plant species from 12 families used in traditional ceremonies such as weddings, baby welcoming rituals, funerals, house inaugurations, and clangiving ceremonies. Four main plant species that are always present in Karo traditional ceremonies are betel leaf (Piper betle), areca nut (Areca catechu), gambier (Uncaria gambir), and tobacco (Nicotiana tabacum). These plants are arranged in a container called kampil and chewed together as symbols of respect, kinship, steadfastness, and sacrifice. The findings affirm that the use of plants by the Karo community is not merely to fulfill ritual requirements but also reflects local wisdom in maintaining harmony among humans, nature, and spirituality. Keywords: Ethnobotany, Kampil, Megabiodiversity, Karo Ethnic Group, Traditional Ceremony.
ETNOBOTANI PADA SUKU GAYO KECAMATAN BINTANG KABUPATEN ACEH TENGAH (Rainawati, 2017)
STUDI ETNOBOTANI PADA UPACARA RITUAL PERNIKAHAN ADAT SUKU GAYO DI KECAMATAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES (Mahyudin, 2025)
STUDI ETNOBOTANI UPACARA ADAT SUKU ALAS DI KECAMATAN BABUSSALAM KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH (ARMAYA FITRI, 2026)
KAJIAN ETNOBOTANI PADA UPACARA ADAT DI PROVINSI ACEH (Rahimah, 2021)
ETNOBOTANI PADA TRADISI ADAT SUKU JAWA DI DESA EMPU BALIK KECAMATAN KUTE PANANG KABUPATEN ACEH TENGAH (Selvia Vila Resa, 2025)