EFEKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT (MYRMECODIA TUBEROSA) ACEH JAYA TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT (MYRMECODIA TUBEROSA) ACEH JAYA TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR CANDIDA ALBICANS


Pengarang

MUHAMMAD IRFAN TARIQ - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Darniati - 198310262008122002 - Dosen Pembimbing I
Roslizawaty - 196901192003122001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2202101010180

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran Hewan / Pendidikan Kedokteran Hewan (S1) / PDDIKTI : 54261

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran Hewan., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.089 69

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

EFEKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK TUMBUHAN SARANG SEMUT (Myrmecodia tuberosa) ACEH JAYA TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans




ABSTRAK

Jamur Candida albicans berpotensi menyebabkan infeksi pada kulit dan saluran kelamin, yang ditangani dengan antifungi. Penggunaan antifungi untuk infeksi Candida albicans dilaporkan telah mengalami resistensi, sehingga diperlukan alternatif tanaman obat salah satunya sarang semut (Myrmecodia tuberosa) Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antifungi ekstrak tumbuhan sarang semut (Myrmecodia tuberosa) Aceh Jaya terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap, menggunakan jamur Candida albicans ATCC 10321, dengan enam kelompok konsentrasi ekstrak sarang semut yaitu: P1 (6,25%), P2 (12,5%), P3 (25%), P4 (50%), P5 (kontrol positif dengan Flukonazole), dan P6 (kontrol negatif dengan CMC 1%). Penelitian menggunakan metode Kirby-Bauer, dengan tiga kali pengulangan dan analisis uji ragam. Hasil uji antifungi menunjukan zona hambat bakteri pada konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25% dan 50% yaitu: 6,81 mm ; 7,13 mm ; 7,35 mm ; dan 7,59 mm. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak sarang semut (Myrmecodia tuberosa) asal Aceh Jaya menunjukkan aktivitas antifungi terhadap Candida albicans ATCC 10231, namun, tingkat efektivitasnya masih tergolong rendah.

Kata kunci: Antifungi, Candida albicans, Myrmecodia tuberosa, dan resistensi antifungi

EFFECTIVENES OF ANT NEST PLANT (Myrmecodia tuberosa) EXTRACT FROM ACEH JAYA AGAINTS THE GROWTH OF Candida albicans ABSTRACT Candida albicans has the potential to cause infections of the skin and genital tract, which are commonly treated with antifungal agents. However, antifungal resistance in Candida albicans infections has been increasingly reported, indicating the need for alternative treatments using medicinal plants, one of which is the Aceh Jaya sarang semut plant (Myrmecodia tuberosa). This study aimed to determine the antifungal effectiveness of Aceh Jaya Myrmecodia tuberosa extract against the growth of Candida albicans. This experimental research used a completely randomized design and involved Candida albicans ATCC 10321, with six treatment groups consisting of sarang semut extract concentrations: P1 (6.25%), P2 (12.5%), P3 (25%), P4 (50%), P5 (positive control with Fluconazole), and P6 (negative control with 1% CMC). The Kirby–Bauer method was applied with three replications, followed by analysis of variance. The antifungal test results showed inhibition zone diameters at extract concentrations of 6.25%, 12.5%, 25%, and 50% of 6.81 mm, 7.13 mm, 7.35 mm, and 7.59 mm, respectively. Based on the findings and discussion, it can be concluded that the Aceh Jaya Myrmecodia tuberosa extract exhibits antifungal activity against Candida albicans ATCC 10231. However, its effectiveness remains relatively low. Keywords: Antifungal, antifungal resistance, Candida albicans, and Myrmecodia tuberosa  

Citation



    SERVICES DESK