Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
LAPORAN KERJA PRAKTEK
PROSES MONITORING DAN EVALUASI PEMBIAYAAN DI BSI KCP NAGAN RAYA 2
Pengarang
SYARIFAH AMANDA SANDRINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Syarifah Evi Zuhra - 197506282002122001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2201002030006
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Keuangan dan Perbankan (D3) / PDDIKTI : 61406
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis., 2026
Bahasa
Indonesia
No Classification
332.1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan mengenai proses monitoring dan evaluasi pembiayaan di BSI KCP Nagan Raya, dapat disimpulkan beberapa poin penting:
1. Pentingnya Monitoring dan Evaluasi: Proses monitoring dan evaluasi pembiayaan di BSI KCP Nagan Raya 2 merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa dana yang disalurkan memberikan manfaat yang signifikan bagi nasabah dan masyarakat. Tahapan monitoring dimulai dengan persiapan yang meliputi perencanaan strategis, pembentukan tim multidisiplin, dan penyiapan dokumen yang diperlukan. Selanjutnya, pelaksanaan lapangan dilakukan melalui kunjungan rutin dan pengumpulan data yang sistematis. Analisis dilakukan baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk menilai kesehatan usaha nasabah, diikuti dengan pemeriksaan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
2. Indikator Evaluasi yang Relevan: Penggunaan indikator evaluasi yang tepat, seperti Debt Service Coverage Ratio (DSCR), Current Ratio, dan Syariah Compliance Index, memungkinkan bank untuk menilai kinerja dan kesehatan finansial nasabah secara objektif. Indikator-indikator ini memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban keuangan mereka.
Dengan demikian, monitoring dan evaluasi yang efektif tidak hanya bermanfaat bagi bank, tetapi juga memberikan dampak positif bagi nasabah dan masyarakat secara keseluruhan.
5.2 Saran
Berdasarkan pengalaman lapangan, penulis ingin memberikan beberapa masukan untuk meningkatkan sistem pembiayaan di BSI KCP Nagan Raya. Pertama, penting untuk menyediakan "Buku Panduan" yang sederhana dan jelas mengenai produk pembiayaan yang ditawarkan, lengkap dengan ilustrasi dan contoh kasus yang relevan. Selain itu, mengadakan "Pelatihan Singkat bulanan selama dua jam dapat membantu nasabah memahami proses pengajuan pembiayaan, syarat-syarat yang diperlukan, serta cara mengelola pinjaman dengan baik. Memberikan "Hadiah Kecil" kepada nasabah yang berhasil mengelola pembiayaan dengan baik juga dapat menjadi motivasi tambahan.
Penulis juga merekomendasikan agar nasabah memiliki "Buku Catatan Khusus" untuk mencatat semua transaksi terkait pembiayaan, sehingga mereka dapat lebih mudah melacak pengeluaran dan pembayaran. Memanfaatkan "Grup WhatsApp" untuk komunikasi dengan pihak bank akan memungkinkan nasabah untuk mengajukan pertanyaan seputar pembiayaan dan mendapatkan informasi terkini. Di sisi lain, penulis berharap pemerintah daerah dapat membantu dalam "Pemerataan Sinyal Digital" untuk memastikan semua nasabah dapat mengakses layanan pembiayaan secara online, serta menyediakan "Papan Informasi" di desa untuk menampilkan informasi terkait produk pembiayaan dan regulasi terbaru dari bank.
CHAPTER V CONCLUSIONS AND RECOMMENDATIONS 5.1 Conclusions Based on the analysis conducted on the monitoring and evaluation process of financing at BSI KCP Nagan Raya, several important points can be concluded: 1. The Importance of Monitoring and Evaluation: The monitoring and evaluation process of financing at BSI KCP Nagan Raya 2 is a crucial step to ensure that the funds disbursed provide significant benefits to customers and the wider community. The monitoring stages begin with preparation, which includes strategic planning, the formation of a multidisciplinary team, and the preparation of the necessary documents. This is followed by field implementation through routine visits and systematic data collection. The analysis is carried out both quantitatively and qualitatively to assess the business health of customers, followed by an examination of compliance with sharia principles. 2. Relevant Evaluation Indicators: The use of appropriate evaluation indicators, such as the Debt Service Coverage Ratio (DSCR), Current Ratio, and Sharia Compliance Index, enables the bank to objectively assess the performance and financial health of customers. These indicators provide a clear picture of customers’ ability to meet their financial obligations. Thus, effective monitoring and evaluation not only benefit the bank but also have a positive impact on customers and the community as a whole. 5.2 Recommendations Based on field experience, the author would like to offer several suggestions to improve the financing system at BSI KCP Nagan Raya. First, it is important to provide a simple and clear “Guideline Book” regarding the financing products offered, complete with illustrations and relevant case examples. In addition, conducting short monthly training sessions lasting two hours can help customers understand the financing application process, the required conditions, and how to manage financing properly. Providing small incentives to customers who successfully manage their financing can also serve as additional motivation. The author also recommends that customers maintain a special record book to document all transactions related to financing, making it easier for them to track expenses and repayments. Utilizing WhatsApp groups for communication with the bank will allow customers to ask questions related to financing and receive the latest information. On the other hand, the author hopes that the local government can assist in the equal distribution of digital signal coverage to ensure that all customers can access online financing services, as well as provide information boards in villages to display information related to financing products and the latest regulations from the bank.
PENGARUH PEMBIAYAAN BAGI HASIL, PEMBIAYAAN JUAL BELI, DAN NON PERFORMING FINANCE TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA PERIODE 2013-2022 (Ramadani Safitri, 2024)
DETERMINASI INFLASI, NON PERFORMING FINANCING (NPF), FINANCING TO DEPOSIT RATIO (FDR), UKURAN, DAN UMUR BANK TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARIAH (Rizki Irham, 2025)
PENGARUH MEREK SYARIAH, PELAYANAN SYARIAH DAN KEPATUHAN SYARIAH TERHADAP CITRA BANK SYARIAH DI PT. BANK SYARIAH MANDIRI KOTA SABANG (Rahmi Anggraini Putri, 2020)
PENGARUH CAPITAL ADEQUACY RATIO, PEMBIAYAAN MUSYARAKAH DAN TINGKAT MARJIN MURABAHAH TERHADAP FINANCING TO DEPOSIT RATIO (STUDI PADA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA) (Andi Irawan, 2018)
PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PEMBERIAN PEMBIAYAAN TANPA AGUNAN PADA PT BANK PERMATA SYARIAH CABANG PEKANBARU (Nadha Shirtivia Shesa, 2023)