PERBANDINGAN KINERJA CRYPTOCURRENCY BITCOIN, EMAS, DAN SAHAM DI PASAR KEUANGAN INDONESIA DAN MALAYSIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERBANDINGAN KINERJA CRYPTOCURRENCY BITCOIN, EMAS, DAN SAHAM DI PASAR KEUANGAN INDONESIA DAN MALAYSIA


Pengarang

Mutia - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Said Musnadi - 196409191991031002 - Dosen Pembimbing I
Zaida Rizqi Zainul - 199011082015042001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2101102010120

Fakultas & Prodi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Manajemen (S1) / PDDIKTI : 61201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ekonomi dan Bisnis., 2026

Bahasa

Indonesia

No Classification

332.642

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja investasi antara cryptocurrency bitcoin, emas, dan saham di pasar keuangan Indonesia dan Malaysia. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa harga penutupan bulanan dari masing-masing instrumen investasi pada periode 1 Januari 2023 hingga 30 Juni 2025. Dari data tersebut, dihitung return bulanan yang digunakan sebagai dasar analisis kinerja. Sehingga total sampel dalam penelitian ini sebanyak 180 data, yang diperoleh melalui teknik sampling jenuh. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Analisis kinerja investasi dilakukan menggunakan metode Sharpe, Treynor, dan Jensen, sedangkan perbedaan kinerja antar instrumen diuji dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di pasar Indonesia tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja Treynor dan Jensen antara Bitcoin, emas, dan saham LQ45, sementara kinerja Sharpe menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Berdasarkan peringkat rata-rata Kruskal-Wallis, bitcoin merupakan instrumen dengan kinerja terbaik pada ukuran Sharpe dan Treynor. Sementara itu, di pasar Malaysia terdapat perbedaan yang signifikan pada kinerja Sharpe dan Treynor, namun tidak pada kinerja Jensen. Bitcoin juga menjadi instrumen dengan kinerja terbaik pada seluruh ukuran kinerja di pasar Malaysia. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bitcoin memiliki potensi sebagai instrumen investasi dengan tingkat pengembalian yang optimal di kedua pasar. Namun demikian, mengingat karakteristik volatilitasnya yang tinggi, bitcoin lebih sesuai bagi investor dengan preferensi risiko tinggi (risk taker). Sementara bagi investor penghindar risiko (risk averter), instrumen seperti emas atau saham dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan stabil. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi investor dalam menentukan strategi diversifikasi portofolio lintas negara dan aset sesuai dengan tingkat toleransi risiko masing-masing.
Kata kunci: Cryptocurrency Bitcoin, Emas, Saham, Kinerja investasi

ABSTRACT This study aims to compare the investment performance between bitcoin, gold, and stock cryptocurrencies in the Indonesian and Malaysian financial markets. The data used is secondary data in the form of monthly closing prices of each investment instrument in the period from January 1, 2023 to June 30, 2025. From this data, the monthly return is calculated which is used as the basis for performance analysis. So that the total sample in this study is 180 data, which was obtained through saturated sampling techniques. The method used is a quantitative method with a comparative approach. Investment performance analysis was carried out using the Sharpe, Treynor, and Jensen methods, while the difference in performance between instruments was tested by the Kruskal-Wallis test. The results show that in the Indonesian market there is no significant difference in the performance of Treynor and Jensen between Bitcoin, gold, and LQ45 stocks, while Sharpe's performance shows a significant difference. Based on the Kruskal-Wallis average rating, bitcoin is the best-performing instrument at the Sharpe and Treynor measures. Meanwhile, in the Malaysian market there was a significant difference in the performance of Sharpe and Treynor, but not in the performance of Jensen. Bitcoin is also the best-performing instrument across all performance measures in the Malaysian market. The implications of this study show that bitcoin has the potential to be an investment instrument with optimal rates of return in both markets. However, given its high volatility characteristics, bitcoin is more suitable for investors with highrisk preferences (risk takers). Meanwhile, for risk averter, instruments such as gold or stocks can be a safer and more stable option. These findings are expected to be a consideration for investors in determining strategies for diversifying their portfolios across countries and assets according to their respective risk tolerance levels. Keywords: Bitcoin cryptocurrency, Gold, Stocks, Investment performance

Citation



    SERVICES DESK