PERAN DINAS PARIWISATA KABUPATEN ACEH SELATAN DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESTINASI WISATA TAPAK TUAN TAPA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN DINAS PARIWISATA KABUPATEN ACEH SELATAN DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESTINASI WISATA TAPAK TUAN TAPA


Pengarang

NAZLI MUHAJIR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Wais Alqarni - 199204262019031019 - Dosen Pembimbing I
Mukhrijal - 198810202017011101 - Penguji
Nofriadi - 198911032017011101 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2110104010055

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

354.73

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan asli daerah, serta kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Aceh Selatan memiliki destinasi wisata unggulan yaitu Tapak Tuan Tapa yang menyimpan daya tarik legenda dan panorama alam. Namun, rendahnya jumlah kunjungan wisatawan menunjukkan bahwa pengelolaan dan promosi wisata belum optimal. Permasalahan utama yang dihadapi Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan meliputi keterbatasan promosi, minimnya fasilitas penunjang, keterbatasan infrastruktur, serta kendala lingkungan dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan peran Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Tapak Tuan Tapa, serta menganalisis hambatan-hambatan yang dihadapi dalam proses pengembangannya. Penelitian menggunakan teori peran dari Horoepoetri, Arimbi, dan Santosa yang menekankan pada peran sebagai kebijakan, strategi, alat komunikasi, dan alat penyelesaian sengketa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan dari Kepala Dinas, staf bidang pengembangan dan pemasaran, serta masyarakat terkait. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pariwisata telah berperan melalui penyusunan kebijakan Qanun Aceh Selatan Nomor 4 Tahun 2024, strategi promosi melalui media social dan pemilihan duta wisata Agam Inong Aceh Selatan, komunikasi dengan masyarakat, serta Dinas Pariwisata sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa terkait wisata. Namun, hambatan utama berupa keterbatasan anggaran, kerusakan fasilitas akibat faktor lingkungan, serta perbedaan budaya dengan wisatawan menyebabkan program yang dijalankan belum maksimal. Kesimpulannya, peran Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan sangat penting dalam pengembangan Tapak Tuan Tapa, namun belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat berbagai kendala internal maupun eksternal. Saran dari penelitian ini adalah agar Dinas Pariwisata meningkatkan strategi promosi berbasis digital, memperbaiki infrastruktur dan fasilitas penunjang, menyelenggarakan event budaya, serta memperkuat komunikasi lintas sektor dengan melibatkan masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah secara kolaboratif.
Kata Kunci: Dinas Pariwisata, Tapak Tuan Tapa, peran, pariwisata, Aceh Selatan.

Tourism is a crucial sector contributing to economic growth, increased regional income, and community welfare. South Aceh Regency boasts a prime tourist destination, Tapak Tuan Tapa, renowned for its legendary charm and natural panorama. However, the low number of tourist visits indicates that tourism management and promotion are suboptimal. The main challenges faced by the South Aceh Regency Tourism Office include limited promotion, a lack of supporting facilities, limited infrastructure, and environmental and cultural constraints. The purpose of this study is to identify and explain the role of the South Aceh Regency Tourism Office in increasing tourist visits to Tapak Tuan Tapa and to analyze the obstacles encountered in its development. The study utilizes the role theory of Horoepoetri, Arimbi, and Santosa, emphasizing the role of the agency as a policy, strategy, communication tool, and dispute resolution tool. The research method employed is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, with informants from the Head of the Office, development and marketing staff, and relevant community members. Data were analyzed qualitatively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the Tourism Office has played a role through the formulation of the South Aceh Qanun policy Number 4 of 2024, promotional strategies through social media and the selection of Agam Inong South Aceh tourism ambassadors, communication with the community, and the Tourism Office as a mediator in resolving tourism-related disputes. However, the main obstacles in the form of budget limitations, damage to facilities due to environmental factors, and cultural differences with tourists have caused the program to be less than optimal. In conclusion, the role of the South Aceh Regency Tourism Office is very important in the development of Tapak Tuan Tapa, but has not been fully optimized due to various internal and external obstacles. The recommendations from this study are for the Tourism Office to improve digital-based promotional strategies, improve infrastructure and supporting facilities, organize cultural events, and strengthen cross-sector communication by collaboratively involving the community, business actors, and local governments. Keywords: Tourism Office, Tapak Tuan Tapa,role, tourism, South Aceh

Citation



    SERVICES DESK