OPTIMALISASI KEBERLANJUTAN USAHATANI CENGKEH DI KABUPATEN SIMEULUE: STUDI PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

OPTIMALISASI KEBERLANJUTAN USAHATANI CENGKEH DI KABUPATEN SIMEULUE: STUDI PENDEKATAN MULTIDIMENSIONAL


Pengarang
Dosen Pembimbing

Litna Nurjannah Ginting - 199201242020122006 - Dosen Pembimbing I
Irfan Zikri - 198004042006041003 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010001

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

633.83

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Usahatani cengkeh di Kabupaten Simeulue memiliki potensi strategis dalam mendukung perekonomian lokal, namun masih menghadapi tantangan serius terkait aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani cengkeh dengan pendekatan multidimensional, mengidentifikasi atribut pengungkit yang memengaruhi keberlanjutan, serta merumuskan strategi pengelolaan yang optimal. Metode yang digunakan adalah Rapfish-MDS (Rapid Appraisal for Fisheries-Multidimensional Scaling) untuk mengukur tingkat keberlanjutan pada lima dimensi (ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan) serta leverage analysis untuk menentukan atribut kunci yang berpengaruh signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi sosial berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan indeks 51,48, sementara dimensi lainnya berada pada kategori kurang berkelanjutan, yaitu ekologi (36,04), ekonomi (39,05), teknologi (14,49), dan kelembagaan (19,01). Atribut yang paling berpengaruh terhadap keberlanjutan meliputi alih fungsi lahan, peremajaan tanaman, pendidikan petani, akses pasar, dan ketergantungan pada pengumpul. Analisis leverage menegaskan bahwa alih fungsi lahan dan peremajaan tanaman merupakan faktor kritis yang menentukan perubahan status keberlanjutan. Strategi pengelolaan yang disarankan mencakup revitalisasi kelompok tani, peningkatan akses pasar, penerapan teknologi efisien, pengelolaan ekosistem melalui peremajaan tanaman dan konservasi lahan, serta penguatan kapasitas kelembagaan dan penyuluhan kepada petani. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan dan intervensi pembangunan yang mendukung keberlanjutan usahatani cengkeh di Kabupaten Simeulue, dengan prioritas utama pada dimensi teknologi dan kelembagaan yang masih lemah.

Clove farming in Simeulue Regency holds strategic potential in supporting the local economy but still faces serious challenges regarding sustainability aspects. This study aims to analyze the sustainability status of clove farming using a multidimensional approach, identify leverage attributes influencing sustainability, and formulate optimal management strategies. The method employed is Rapfish-MDS (Rapid Appraisal for Fisheries–Multidimensional Scaling) to measure sustainability levels across five dimensions—ecological, economic, social, technological, and institutional—along with leverage analysis to determine key attributes with significant influence. The results show that the social dimension is moderately sustainable with an index of 51.48, while the other dimensions fall into the less sustainable category: ecological (36.04), economic (39.05), technological (14.49), and institutional (19.01). The most influential attributes affecting sustainability include land-use conversion, crop rejuvenation, farmers’ education, market access, and dependence on middlemen. Leverage analysis highlights land-use conversion and crop rejuvenation as critical factors determining sustainability status changes. The recommended management strategies include revitalizing farmer groups, improving market access, adopting efficient technology, managing ecosystems through crop rejuvenation and land conservation, and strengthening institutional capacity and farmer extension. These findings are expected to serve as a basis for formulating policies and development interventions that support the sustainability of clove farming in Simeulue Regency, with priority attention to the technological and institutional dimensions, which remain relatively weak.

Citation



    SERVICES DESK