HUBUNGAN MINDFULNESS DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY PADA USIA DEWASA AWAL | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

HUBUNGAN MINDFULNESS DENGAN NON-SUICIDAL SELF-INJURY PADA USIA DEWASA AWAL


Pengarang

HASIANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Novita Sari - 198711232019032014 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2107101130001

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Psikologi (S1) / PDDIKTI : 73201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) semakin mengkhawatirkan di kalangan dewasa awal karena tekanan hidup yang kompleks seperti tuntutan karir, kemandirian finansial, dan penyesuaian pola hidup baru memicu stres berlebihan yang sulit dikelola. Dewasa awal yang seharusnya telah mencapai kematangan emosi justru menggunakan NSSI sebagai mekanisme koping untuk menurunkan emosi negatif dan sebagai bentuk hukuman diri, bahkan mulai memamerkan perilaku ini di media sosial untuk mendapatkan validasi dan dukungan dari orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Mindfulness dengan NSSI pada dewasa awal di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah 100 dewasa awal berusia 18-40 tahun yang pernah melakukan NSSI, dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Mindful Attation Awareness Scale (MAAS) dan Inventory of Statements about Self Injury (ISAS). Analisis data dilakukan menggunakan Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara mindfulness dengan (NSSI) pada dewasa awal di Banda Aceh dengan koefisien korelasi sebesar -0,537 (p < 0,001). Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat mindfulness semakin rendah kecenderungan NSSI sehingga mindfulness dapat berperan sebagai faktor protektif dalam mencegah perilaku maladaptif pada dewasa awal.

Kata Kunci: Dewasa awal, Mindfulness, Non-Suicidal Self-Injury

Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) is increasingly concerning among emerging adults due to complex life pressures such as career demands, financial independence, and adjustment to new lifestyle patterns that trigger excessive stress that is difficult to manage. Emerging adults who should have achieved emotional maturity instead use NSSI as a coping mechanism to reduce negative emotions and as a form of self-punishment, even beginning to display this behavior on social media to gain validation and support from others. This study aims to determine the relationship between mindfulness and NSSI among emerging adults in Banda Aceh. This study used a quantitative method with a correlational design. The research subjects were 100 emerging adults aged 18-40 years who had engaged in NSSI, selected using quota sampling technique. Data collection in this study used the Mindful Attention Awareness Scale (MAAS) and Inventory of Statements about Self Injury (ISAS). Data analysis was conducted using Pearson Correlation. The results showed a significant negative relationship between mindfulness and NSSI among emerging adults in Banda Aceh with a correlation coefficient of -0.537 (p < 0.001). This means that the higher the level of mindfulness, the lower the tendency for NSSI, so mindfulness can serve as a protective factor in preventing maladaptive behavior among emerging adults. Keywords: emerging adults, mindfulness, non-suicidal self-injury

Citation



    SERVICES DESK