TINGKAT KERAMAHAN ALAT TANGKAP RAWAI DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN DEAH RAYA, BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

TINGKAT KERAMAHAN ALAT TANGKAP RAWAI DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN DEAH RAYA, BANDA ACEH


Pengarang

SALMAN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Alvi Rahmah - 198805082015042002 - Dosen Pembimbing I
Teuku Haris Iqbal, M.Sc 199105252024211001 - - - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111103010079

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

639.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap rawai dasar terhadap hasil tangkapan di perairan Deah Raya, Banda Aceh. Rawai dasar merupakan alat tangkap pasif yang banyak digunakan oleh nelayan setempat untuk menangkap ikan demersal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap 10 nelayan pengguna rawai dasar dengan kuesioner berbasis kriteria CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries), serta observasi langsung terhadap hasil tangkapan. Analisis dilakukan dengan metode skoring terhadap 9 kriteria ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap rawai dasar memiliki skor rata-rata 31,6 yang dikategorikan sebagai sangat ramah lingkungan. Jenis ikan yang dominan tertangkap antara lain ikan kuwe, ikan guntur, dan kerapu. Meski demikian, beberapa spesies yang dilindungi seperti pari kekeh dan pari bitnik biru juga masih tertangkap secara tidak sengaja, sehingga dibutuhkan sosialisasi dan peningkatan pemahaman nelayan mengenai alat tangkap berkelanjutan.
Kata Kunci: rawai dasar, ikan demersal, alat tangkap ramah lingkungan, CCRF, Deah Raya.

This study aims to analyze the environmental friendliness of bottom longline fishing gear on catches in the waters of Deah Raya, Banda Aceh. Bottom longlines are passive fishing gear widely used by local fishermen to catch demersal fish. Data collection was conducted through interviews with 10 bottom longline fishermen using questionnaires based on the CCRF (Code of Conduct for Responsible Fisheries) criteria, as well as direct observation of the catch. Analysis was conducted using a scoring method against 9 environmentally friendly criteria. The results showed that bottom longline fishing gear had an average score of 31.6, which is categorized as very environmentally friendly. The dominant fish species caught included trevally, thunderfish, and grouper. However, several protected species such as the kekeh ray and blue spotted ray are also caught accidentally, so socialization and increasing fishermen's understanding of sustainable fishing gear are needed. Keywords: bottom longline, demersal fish, environmentally friendly fishing gear, CCRF, Deah Raya

Citation



    SERVICES DESK