PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP RAWAI DASAR (BOTOM LONGLINE) TERHADAP KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DI DEAH RAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PRODUKTIVITAS ALAT TANGKAP RAWAI DASAR (BOTOM LONGLINE) TERHADAP KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN DI DEAH RAYA


Pengarang

Riyadh Aqshal - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muhammad - 196012311990021005 - Dosen Pembimbing I
Ahmad Fauzan Lubis - 198106242023211009 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2111103010006

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

639.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rawai dasar merupakan alat tangkap yang terdiri dari tali utama yang dibentangkan secara horizontal di dasar perairan, dilengkapi dengan sejumlah mata pancing danumpan sebagai penarik perhatian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hasil tangkapan serta menganalisis tingkat produktivitas alat
tangkap rawai dasar yang digunakan oleh nelayan di Desa Deah Raya. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Mei yang bertempat di Desa Deah Raya, Kecamatan SyiahKuala, Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan observasi langsung di lapangan dan wawancara kepada nelayan setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas rawai dasar mengalami fluktuasi sepanjang periode satu tahun (Januari–Desember), dengan nilai produktivitas terendah terjadi pada bulan Desember sebesar 14 kg/trip, sedangkan produktivitas tertinggi tercatat pada bulan Juni sebesar 562.75 kg/trip. Jenis ikan yang dominan tertangkap meliputi ikan Kuwe Gerong (Caranx ignobilis), Kwee (Carangoides dinema), Kakap Merah (Lutjanus argentimaculatus), Kerapu (Epinephelus bleekeri), dan Lencam (Lethrinus lentjan). Komposisi hasil tangkapan didominasi oleh ikan Kuwe Gerong (Caranx ignobilis), yaitu sebesar 54,61% atau 371,8 kg dari total hasil tangkapan keseluruhan sebesar 681 kg.

Kata kunci: produktivitas, rawai dasar, Desa Deah Raya

Bottom longline is a type of fishing gear consisting of a main line deployed horizontally along the seabed, equipped with multiple hooks and bait to attract target species. This study aims to identify the species composition of the catch and analyze the productivity of bottom longline fishing gear operated by fishers in Deah Raya Village. The research was conducted in May in Deah Raya Village, Syiah Kuala Subdistrict, Banda Aceh, using a survey method through direct field observations and interviews with local fishers. The findings indicate that bottom longline productivity fluctuated over a one-year period (January–December), with the lowest productivity recorded in December at 14 kg/trip, and the highest in June at kg/trip. The dominant species caught were Giant Trevally (Caranx Ignobilis), Malabar Trevally (Carangoides Dinema), Mangrove Red Snapper (Lutjanus Argentimaculatus), Blacktip Grouper (Epinephelus Bleekeri), and Yellowtail Emperor (Lethrinus Lentjan). The catch composition was dominated by Giant Trevally (Caranx ignobilis), contributing 54.61% (371.8 kg) of the total catch of 681 kg. Keywords: productivity, bottom longline, Deah Raya Village

Citation



    SERVICES DESK