ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PETANI PADI SAWAH DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    KARYA KERJA ILMIAH

ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PETANI PADI SAWAH DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

TRI FIKAR JANUARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Akhmad Baihaqi - 197406142008121001 - Dosen Pembimbing I
Cut Faradilla - 197409232000032006 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105102010010

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.173 18

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kecamatan Indrapuri dikenal sebagai salah satu wilayah sentra produksi padi sawah di Kabupaten Aceh Besar. Namun, meskipun sektor pertanian di Kecamatan Indrapuri telah mengalami kemajuan dari sisi teknis, para petani masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu masalah utama adalah sulitnya mendapatkan harga jual yang menguntungkan, banyak petani masih bergantung pada tengkulak atau pedagang perantara, Selain itu, Ketika harga gabah berfluktuasi, pendapatan petani menjadi tidak stabil. Akibatnya, para petani tetap berada dalam kondisi rentan secara ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan livelihood asset dan mengetahui tingkat kerentanan petani padi sawah dikecamatan indrapuri. jumlah sampel yang diperoleh adalah 90 sampel dari dari 6 desa yang dipilih secara puposive. Penelitian ini mengukur kerentanan menggunakan metode Livelihood Vulnerability Index (LVI). Hasil analisis mengenai pemanfaatan aset penghidupan petani padi di Kecamatan Indrapuri menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki pengetahuan dan keterampilan usaha tani yang baik, serta akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pasar yang cukup mudah. Namun, penguasaan terhadap teknologi pertanian modern masih belum optimal serta pendapatan yang minim meningkatkan kerentanan finansial petani. Meskipun kondisi alam relatif mendukung dengan ketersediaan air dan rendahnya risiko cuaca ekstrem tantangan dari serangan hama dan penyakit masih perlu diwaspadai. Dari sisi sosial, lingkungan masyarakat menunjukkan lingkungan sosial yang stabil. Hasil perhitungan nilai Livelihood Vulnerability Index di Kecamatan Indrapuri sebesar 0,47 termasuk dalam kategori kerentanan sedang. Nilai ini terdiri dari modal atau aset yang dimiliki petani di Kecamatan Indrapuri, terdiri dari modal sumber daya manusia sebesar 0,38, modal sumber daya alam sebesar 0,39, modal fisik sebesar 0,42, modal keuangan sebesar 0,65 dan modal sosial sebesar 0,37. Modal atau aset penghidupan yang memiliki keretanan tinggi adalah modal keuangan yaitu sebesar 0,65.

Indrapuri Subdistrict is recognized as one of the main rice production centers in Aceh Besar Regency. However, despite technical advancements in the agricultural sector, farmers still face various challenges. One of the main issues is the difficulty in obtaining favorable selling prices. Many farmers remain dependent on middlemen or traders, and when paddy prices fluctuate, farmers’ incomes become unstable. As a result, they remain economically and socially vulnerable. This study aims to examine the utilization of livelihood assets to determine the vulnerability level of rice farmers in Indrapuri. A total of 90 samples were obtained from six purposively selected villages. Vulnerability was measured using the Livelihood Vulnerability Index (LVI) method. The analysis results show that most farmers have good knowledge and farming skills, as well as relatively easy access to basic services such as education, healthcare, and markets. However, the adoption of modern agricultural technology remains suboptimal, and limited income increases farmers’ financial vulnerability. Although the natural environment is relatively supportive with adequate water availability and low risk of extreme weather, pest and disease attacks remain a concern. Socially, the community demonstrates a stable social environment. The calculated Livelihood Vulnerability Index value in Indrapuri Subdistrict is 0.47, which falls into the medium vulnerability category. This value consists of the livelihood assets owned by farmers, namely human capital (0.38), natural capital (0.39), physical capital (0.42), financial capital (0.65), and social capital (0.37). The livelihood asset with the highest vulnerability is financial capital, with a value of 0.65.

Citation



    SERVICES DESK