EFEKTIVITAS PEMBERIAN FILTRAT BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA LINN) TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU SAPI ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EFEKTIVITAS PEMBERIAN FILTRAT BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA LINN) TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU SAPI ACEH


Pengarang

FADEL MUHAMMAD RIADY - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Elmy Mariana - 197909092006042001 - Dosen Pembimbing I
Sukma Aditya Sitepu - 198612082024211010 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105104010071

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Peternakan (S1) / PDDIKTI : 54231

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sapi Aceh merupakan salah satu dari empat rumpun sapi lokal Indonesia yang memiliki nilai penting sebagai sumber daya genetik ternak nasional. Populasi sapi Aceh di Provinsi Aceh pada tahun 2024 tercatat mencapai 395.156 ekor, namun keberlanjutan populasinya memerlukan dukungan teknologi reproduksi yang efektif, seperti inseminasi buatan (IB). Salah satu kendala utama dalam keberhasilan IB adalah penurunan kualitas semen akibat proses pembekuan pada suhu -196°C yang dapat memicu kerusakan membran sel spermatozoa karena cold shock dan pembentukan kristal es. Upaya untuk mengurangi kerusakan tersebut dapat dilakukan melalui penggunaan bahan pengencer yang dilengkapi antioksidan. Filtrat bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti vitamin C, flavonoid, antosianin, dan fenol yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menghambat pembentukan radikal bebas (ROS) dan mencegah peroksidasi lipid pada membran spermatozoa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan filtrat bunga rosella dalam pengencer sitrat kuning telur terhadap kualitas semen beku sapi Aceh. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium UPTD Inseminasi Buatan dan Inkubator Saree, Dinas Peternakan Aceh, serta Laboratorium Farmasi Bahan Alam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, pada Februari–Juni 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi filtrat bunga rosella, yaitu P0 (0%), P1 (0,05%), P2 (0,1%), dan P3 (0,15%), masing-masing diulang lima kali. Parameter yang diamati meliputi motilitas progresif dan viabilitas spermatozoa pada tahap pre-freezing dan post-thawing.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan filtrat bunga rosella memberikan pengaruh nyata (P

Aceh cattle are one of four indigenous cattle breeds in Indonesia, representing a valuable genetic resource for the nation’s livestock sector. In 2024, the population of Aceh cattle in Aceh Province reached 395,156 heads. However, sustaining this population requires effective reproductive technologies such as artificial insemination (AI). One of the main constraints to AI success is the decline in semen quality during the cryopreservation process at –196°C, which can cause spermatozoa membrane damage due to cold shock and ice crystal formation. This deterioration can be minimized through the use of semen extenders supplemented with antioxidants. Roselle flower (Hibiscus sabdariffa L.) filtrate contains bioactive compounds such as vitamin C, flavonoids, anthocyanins, and phenols, which act as natural antioxidants to inhibit reactive oxygen species (ROS) formation and prevent lipid peroxidation in spermatozoa membranes. This study aimed to evaluate the effectiveness of adding roselle flower filtrate to egg yolk–citrate extenders on the quality of frozen Aceh cattle semen. The experiment was conducted at the Laboratory of the Artificial Insemination and Incubator Unit (UPTD-IBI) Saree, Aceh Livestock Service, and the Natural Product Pharmacy Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Syiah Kuala, from February to June 2025. A Completely Randomized Design (CRD) was used with four levels of roselle filtrate concentration: P0 (0%), P1 (0.05%), P2 (0.1%), and P3 (0.15%), each replicated five times. Parameters observed included progressive motility and viability of spermatozoa at pre-freezing and post-thawing stages. The results showed that the addition of roselle filtrate significantly (P

Citation



    SERVICES DESK